Serba-serbi Zikir dan Doa Kebangsaan Jelang HUT RI di Monas
PlatMerah.com, Jakarta – Ribuan jemaah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu (18/7/2026) untuk mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Acara yang digelar mulai sore hingga malam ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan menyambut hari kemerdekaan.
Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya dijadwalkan hadir akhirnya batal karena harus menjalankan tugas kenegaraan. Meski demikian, acara tetap berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, sejumlah pejabat negara, serta tokoh lintas agama.
Kehadiran Massa dan Persiapan Pengamanan
Sebelum acara dimulai, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono menyampaikan bahwa acara ini diperkirakan akan dihadiri lebih dari 100 ribu peserta yang berasal dari Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan wilayah penyangga. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda nasional sehingga membutuhkan pengamanan maksimal.
Untuk mendukung kelancaran acara, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengerahkan 135 personel dan menyiapkan 19 kantong parkir serta rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Monas.
Suasana Monas Dipadati Jemaah
Menjelang malam, kawasan silang Monas dipenuhi lautan jemaah yang mengenakan pakaian serba putih. Tidak hanya umat Islam, sejumlah tokoh lintas agama juga hadir dan duduk bersama di area utama acara. Panitia memasang layar videotron dan pengeras suara di sejumlah titik agar jemaah yang berada jauh dari panggung utama tetap dapat mengikuti rangkaian kegiatan. Lantunan selawat dan zikir menggema di kawasan Monas sepanjang acara.
Prabowo Batal Hadir karena Tugas Kenegaraan
Di tengah pelaksanaan acara, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Presiden Prabowo batal menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan karena harus menjalankan tugas kenegaraan. Nasaruddin mengatakan Prabowo sebenarnya memiliki keinginan besar untuk hadir bersama masyarakat.
“Sesungguhnya beliau sangat berkeinginan untuk hadir bersama-sama kita malam ini. Tetapi insyaallah mudah-mudahan tanpa mengurangi karena beliau ada juga tugas kenegaraan yang sangat penting dan beliau menyampaikan salam kepada kita semuanya,” kata Nasaruddin.
Kerukunan Beragama Indonesia Capai Rekor Tertinggi
Dalam sambutannya, Nasaruddin menegaskan bahwa kehadiran ribuan masyarakat dan tokoh lintas agama menjadi bukti kuatnya persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Ia menyebut Indonesia sebagai “lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi ini” dan menekankan pentingnya menjaga kerukunan.
Berdasarkan data Kementerian Agama, Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025, yang disebut sebagai capaian tertinggi sejak Indonesia berdiri. Selain itu, Indeks Kesalehan Umat Beragama juga meningkat menjadi 84,20 pada 2025.
Menutup sambutannya, Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada para tokoh agama yang dinilai konsisten menjaga persatuan bangsa. “Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh agama yang terus konsisten dalam membina umat hingga kerukunan bangsa tetap terawat. Ini penting karena kerukunan adalah modal dasar pembangunan,” ujarnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













