Wagub Bali Hadiri Karya Agung di Desa Adat Pangyangan: Gotong Royong Jadi Kunci Pelestarian Budaya
Plat Merah – Pada 7 Juli 2026, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Karya Agung Mupuk Pedagingan lan Ngenteg Linggih di Desa Adat Pangyangan, Kecamatan Pekutatan. Kehadirannya disertai Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, dan anggota DPD RI I Komang Merta Jiwa. Acara ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Balinese untuk menunjukkan komitmen terhadap pelestarian adat dan budaya.
Latar Belakang Karya Agung: Tradisi yang Terus Hidup
Upacara Karya Agung merupakan rangkaian ritual sakral yang dilakukan masyarakat Bali untuk membersihkan dan memugar pura serta lingkungan sekitarnya. Di Desa Adat Pangyangan, acara ini meliputi lima tahapan utama: Memungkah, Mupuk Pedagingan, Mepedudusan Alit, Wraspati Kalpa Utama, dan Ngusaba Desa. Setiap tahapan mengandung makna spiritual dan sosial, mencerminkan nilai harmoni antara manusia, tuhan, dan lingkungan.
Prosesi ini tidak hanya merupakan kegiatan ritual, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan. Sejak dimulai pada 5 Juni 2026, masyarakat Desa Adat Pangyangan telah menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi. Gotong royong, dalam konteks ini, mencakup pembagian tugas mulai dari persiapan bahan, penyelenggaraan upacara, hingga partisipasi langsung dalam setiap tahapan.
Keterlibatan Pemerintah: Dari Dukungan Finansial hingga Dukungan Moral
Kehadiran Wakil Gubernur Bali menunjukkan peran aktif pemerintah provinsi dalam mendukung pelestarian budaya. Dalam kunjungan tersebut, Giri Prasta menyerahkan dana punia sebesar Rp25 juta kepada Bendesa Adat Pangyangan, I Ketut Rena. Dana ini dialokasikan untuk pemeliharaan pura dan penyelenggaraan acara.
| Tahapan Karya Agung | Makna Ritual |
|---|---|
| Memungkah | Pembersihan pura dari kotoran dan pengusiran kesialan |
| Mupuk Pedagingan | Pembersihan fisik pura dan lingkungan sekitarnya |
| Mepedudusan Alit | Pembersihan benda-benda sakral di pura |
| Wraspati Kalpa Utama | Upacara penyucian besar-besaran untuk pura |
| Ngusaba Desa | Upacara penyucian wilayah desa |
Dukungan pemerintah tidak hanya terbatas pada dana. Sebelumnya, pembangunan Pura Desa lan Puseh mendapat bantuan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung. Proses ini berhasil difasilitasi oleh Bupati Jembrana saat itu, yang kini menjabat sebagai Bupati Jembrana. Kolaborasi lintas daerah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga warisan budaya Bali.
Pengaruh Karya Agung terhadap Masyarakat
- Penguatan Identitas Budaya: Acara ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar nilai-nilai tradisional.
- Pengembangan Ekonomi Lokal: Kehadiran pejabat dan peserta upacara meningkatkan potensi pariwisata berbasis budaya.
- Penguatan Kebersamaan: Gotong royong yang dilakukan menguatkan jaringan sosial dan solidaritas masyarakat.
Kronologi Rangkaian Karya Agung
Rangkaian acara ini telah berlangsung sejak 5 Juni 2026 dan akan berakhir pada 15 Juli 2026 dengan prosesi penyineban. Berikut adalah garis waktu utama:
| Tanggal | Acara |
|---|---|
| 5 Juni 2026 | Memungkah |
| 7 Juli 2026 | Kehadiran Wagub Bali |
| 15 Juli 2026 | Penyineban (penyucian akhir) |
Implikasi Jangka Panjang
Karya Agung di Desa Adat Pangyangan tidak hanya menjadi momen sakral, tetapi juga pelajaran berharga tentang keberlanjutan budaya. Giri Prasta menekankan bahwa pura bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol sejarah dan identitas kolektif yang harus diwarisi ke generasi mendatang. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, acara ini menjadi contoh bagaimana tradisi dan modernitas bisa hidup berdampingan.
Dalam era globalisasi, upacara seperti ini menjadi penting untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi antarlembaga, Bali terus membuktikan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar slogan, tetapi aksi nyata yang dilakukan setiap hari.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













