Bupati Gowa Walkout, KPK Geledah Kantor Bupati Sukoharjo, dan Berita Bupati Lainnya
Plat Merah – Sejumlah peristiwa terkait bupati mewarnai pemberitaan hari ini, Selasa (14/7/2026). Mulai dari aksi walkout Bupati Gowa dalam sidang pansus hak angket DPRD, penggeledahan KPK di Kantor Bupati Sukoharjo, hingga kabar duka dari NTT dan kabar positif dari Brebes.
Bupati Gowa, Husniah Talenrang, melakukan walkout dari sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa pagi. Aksi tersebut terjadi beberapa menit setelah ia disumpah untuk memberikan keterangan. Kuasa hukum Husniah, Amirullah Mappaero, menyatakan bahwa walkout dilakukan karena hak-hak bupati tidak terpenuhi. Husniah meminta agar pertanyaan dari anggota pansus diajukan secara kolektif terkait tiga kasus yang menjeratnya: dugaan korupsi belasan miliar, pencabutan sepihak beasiswa doktoral, dan dugaan perselingkuhan. Namun, permintaan itu ditolak oleh anggota pansus yang menghendaki pertanyaan per poin. Akibatnya, bupati memilih meninggalkan ruang sidang.
Sementara itu, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Sukoharjo. Penggeledahan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 hingga 14.30 WIB itu merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani. Tim KPK membawa keluar tiga koper dari kantor bupati tersebut. Sekda Sukoharjo, Abdul Haris Widodo, membenarkan penggeledahan dan menyebut bahwa sejumlah ruangan yang sebelumnya disegel, seperti Ruang Bupati, ruang Sekda, dan ruang Kabag Umum, kini telah dibuka segelnya.
Di sisi lain, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, berduka. Mantan Bupati TTU, Stefanus Paulus Parera, meninggal dunia pada usia 91 tahun. Stefanus yang menjabat sebagai bupati periode 1985-1990 itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Oesapa, Kota Kupang. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan belasungkawa dan mengenang jasa almarhum dalam pembangunan daerah.
Berita positif datang dari Kabupaten Brebes. Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma memastikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Wlahar hampir rampung. Sekolah yang berkonsep boarding school ini akan menerima 1.000 siswa dari kalangan miskin ekstrem, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Meski penjangkauan siswa SD masih terkendala karena orang tua keberatan anaknya menginap, bupati optimistis kegiatan belajar bisa dimulai bulan ini. Proyek senilai Rp200 miliar ini diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.
Rangkaian peristiwa ini menunjukkan dinamika kepemimpinan di tingkat daerah, mulai dari persoalan hukum, etika, hingga pembangunan. Bupati sebagai kepala daerah memiliki peran sentral yang kerap menjadi sorotan publik. Dari kasus Gowa dan Sukoharjo, terlihat bahwa integritas dan transparansi menjadi tuntutan utama. Sementara itu, dedikasi almarhum Stefanus Paulus Parera dan komitmen Bupati Brebes dalam pendidikan menjadi contoh pengabdian yang patut diapresiasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













