Tiga Kali KPK Tangkap Bupati Muara Enim, Berikut Daftar Bupati Muara Enim Tersandung Kasus Korupsi

Tiga Kali KPK Tangkap Bupati Muara Enim, Berikut Daftar Bupati Muara Enim Tersandung Kasus Korupsi

Plat Merah – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap Bupati Muara Enim dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi. Tiga kali KPK tangkap Bupati Muara Enim, berikut daftar Bupati Muara Enim tersandung kasus korupsi [titlebase] yang mencoreng nama daerah penghasil batu bara tersebut. Kali ini, Bupati Muara Enim Edison bersama tiga orang lainnya resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Senin (8/6/2026).

Edison, yang menjabat sejak 2025, ditangkap bersama Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abi Nurwardani, keponakan sekaligus orang kepercayaannya Adi Triadi, serta marketing PT Millenium Solusi Abadi Cory Erin Hardi. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan uang tunai dan saldo rekening senilai total Rp1,9 miliar. Uang tunai sebesar Rp323 juta ditemukan di tas ransel Abi Nurwardani, Rp40 juta di brankas rumahnya, serta mata uang asing berupa USD 3.200 dan SAR 2.260. Selain itu, saldo rekening dari beberapa akun mencapai Rp1,47 miliar.

“Berdasarkan kecukupan alat bukti, KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dan menetapkan 4 orang tersangka,” ujar Plt Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein di Jakarta, Selasa (9/6/2026). Taufik mengungkapkan adanya aliran uang sebesar 5 persen dari pihak swasta, termasuk PT MSA, kepada Edison. Uang tersebut didistribusikan oleh Abi Nurwardani, dengan rincian: Edison mendapat 5 persen, kepala dinas 3 persen, serta pejabat pembuat komitmen dan bendahara masing-masing 1 persen.

Penahanan terhadap keempat tersangka dilakukan selama 20 hari pertama, mulai 9 hingga 28 Juni 2026, di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK. Ini bukan pertama kalinya KPK menangkap kepala daerah Muara Enim. Sejarah mencatat, Tiga kali KPK tangkap Bupati Muara Enim, berikut daftar Bupati Muara Enim tersandung kasus korupsi [titlebase] yang pernah terjadi. Sebelum Edison, pada tahun 2014, Bupati Muara Enim Muzakir Sai ditangkap KPK dalam kasus suap izin perkebunan. Kemudian pada 2018, Bupati Muara Enim Ahmad Yani juga terjerat kasus korupsi dana desa. Kini Edison menjadi yang ketiga.

“Dengan OTT ini, KPK menunjukkan komitmennya memberantas korupsi di daerah. Tiga kali KPK tangkap Bupati Muara Enim, berikut daftar Bupati Muara Enim tersandung kasus korupsi [titlebase] harus menjadi peringatan bagi pejabat lainnya,” tegas Taufik. Kasus ini bermula dari pengadaan barang dan jasa di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2025-2026. Edison diduga menerima jatah proyek sebesar 5 persen dari nilai proyek yang diberikan kepada rekanan tertentu.

Atas perbuatannya, Edison, Abi, dan Adi dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan/atau b, serta Pasal 12B UU Tipikor juncto Pasal 606 ayat (2) UU 1/2026. Sementara Cory Erin Hardi dijerat Pasal 605 huruf a dan b UU 1/2026. KPK terus mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Masyarakat Muara Enim pun berharap agar pergantian kepemimpinan dapat membawa perubahan. Dengan tertangkapnya Edison, Wakil Bupati Muara Enim ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati. Semoga ke depannya, tidak ada lagi kepala daerah yang tersandung kasus korupsi di Muara Enim.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup