Robot Lahbako‑San UNEJ Raih Juara Tiga KRAI 2026, Buktikan Kemajuan Robotika Indonesia

Robot Lahbako‑San UNEJ Raih Juara Tiga KRAI 2026, Buktikan Kemajuan Robotika Indonesia

Latihan Intensif dan Persiapan Tim

Plat Merah – Sejak awal 2026, tim robotik Fakultas Teknik Universitas Jember (UNEJ) telah menjalankan program persiapan yang terstruktur. Mahasiswa‑mahasiswa yang tergabung dalam tim Robot Lahbako‑San menghabiskan lebih dari 300 jam kerja laboratorium, mulai dari perancangan rangka, pemrograman sensor, hingga uji lapangan di area kampus. Pendekatan mereka bersifat kolaboratif: dosen pembimbing, alumni yang berkarir di industri otomasi, serta sponsor korporat memberikan masukan teknis dan material. Salah satu inovasi penting adalah penggunaan modul kontrol berbasis micro‑controller terbaru yang memungkinkan respons waktu nyata hingga 5 ms, jauh melampaui standar kompetisi tahun‑sebelumnya.

Jalannya Kompetisi KRAI 2026

Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026 diselenggarakan pada 11‑12 Juli 2026 di kampus UNEJ, menjadikan universitas sebagai tuan rumah sekaligus pesaing utama. Kompetisi ini melibatkan 14 tim universitas terpilih dari seluruh Indonesia, masing‑masing mengirimkan satu robot yang harus menyelesaikan tiga tantangan utama: lintasan rintangan, pengenalan objek, dan kerja tim kooperatif.

Urutan Waktu (Kronologi)

  1. 10 Juli 2026: Registrasi tim dan inspeksi teknis.
  2. 11 Juli 2026 (09:00): Pembukaan resmi, sambutan Rektor UNEJ.
  3. 11 Juli 2026 (10:30): Babak gugur dimulai.
  4. 12 Juli 2026 (09:00): Semifinal.
  5. 12 Juli 2026 (14:30): Pertandingan perebutan juara tiga.
  6. 12 Juli 2026 (16:00): Upacara penutupan dan pengumuman pemenang.

Babak Gugur

Pada babak pertama, Lahbako‑San menghadapi tim Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dengan skor 130‑0, robot UNEJ menunjukkan keunggulan dalam kecepatan navigasi dan akurasi penempatan objek. Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi yang memanfaatkan sensor lidar ber‑resolusi tinggi, memungkinkan robot menghindari rintangan secara optimal.

Selanjutnya, di perempat final, Lahbako‑San menantang Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan kembali mengungguli lawan dengan skor 130‑10. Analisis post‑match mengungkap bahwa tim UNEJ berhasil meminimalkan waktu idle robot hingga hanya 1,2 detik per ronde, jauh di bawah rata‑rata kompetitor (sekitar 4,5 detik).

Semifinal dan Pertandingan Juara Tiga

Di semifinal, tantangan bertambah berat ketika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkenalkan robot berteknologi AI‑driven yang dapat beradaptasi dengan perubahan medan secara dinamis. Hasilnya, Lahbako‑San kalah 70‑130, namun tim tetap memperoleh poin bonus karena menyelesaikan semua sub‑tugas dalam batas waktu.

Pertandingan perebutan juara tiga mempertemukan Lahbako‑San melawan tim Brido WCT dari Universitas Airlangga (Unair). Skor akhir 100‑50 menandai kemenangan UNEJ. Keunggulan utama robot UNEJ terletak pada algoritma penentuan jalur yang menggunakan pendekatan Dijkstra yang dioptimalkan dengan heuristik Euclidean, menghasilkan lintasan terpendek dan paling stabil.

Rekapitulasi Skor

BabakTim LawanSkor UNEJSkor Lawan
Gugur – UPIUniversitas Pendidikan Indonesia1300
Perempat Final – UnsoedUniversitas Jenderal Soedirman13010
Semifinal – ITSInstitut Teknologi Sepuluh Nopember70130
Juara Tiga – UnairUniversitas Airlangga10050

Dampak Prestasi Terhadap Dunia Akademik dan Industri

Keberhasilan tim robotik UNEJ tidak hanya menambah poin kebanggaan kampus, melainkan membuka sejumlah implikasi strategis:

  • Peningkatan dana riset: Pemerintah daerah dan Kementerian Riset menanggapi dengan peningkatan alokasi dana khusus untuk laboratorium robotika di UNEJ sebesar 15 % untuk tahun ajaran berikutnya.
  • Kolaborasi industri: Beberapa perusahaan otomasi nasional, termasuk PT. Mitra Robotika dan PT. Elektronika Nusantara, menyatakan minat untuk mengintegrasikan teknologi sensor Lidar‑X yang dipatenkan oleh tim ke dalam produk komersial.
  • Pengembangan kurikulum: Fakultas Teknik berencana menambah mata kuliah “Sistem Kendali Lanjutan” dan “Robotika Kompetitif” sebagai respon atas kebutuhan kompetensi yang terbukti di lapangan.
  • Motivasi mahasiswa: Peningkatan pendaftaran mahasiswa baru pada program teknik elektro dan mekatronika UNEJ mencatat pertumbuhan 12 % dibandingkan tahun sebelumnya.

Harapan Kedepan dan Rencana Internasional

Juara pertama KRAI 2026, ITS, akan mewakili Indonesia pada ABU Robocon Internasional 2027 di Hong Kong. UNEJ, meski tidak menjadi juara, telah menegaskan niat untuk berpartisipasi pada ajang internasional berikutnya dengan memperkuat tim robotik pada tahun 2027. Rencana strategis meliputi:

  1. Pengembangan modul AI‑based vision yang dapat mengenali lebih dari 50 objek sekaligus.
  2. Peningkatan daya tahan baterai hingga 30 % melalui teknologi sel lithium‑sulfur.
  3. Kerjasama pertukaran mahasiswa dengan universitas terkemuka di Jepang dan Korea Selatan.

Wakil Rektor III UNEJ, Fendi Setyawan, menyatakan, “Kami bangga dengan prestasi tim robotik kami. Meskipun tidak menjadi juara pertama, pencapaian masuk semifinal dan meraih posisi tiga adalah bukti bahwa inovasi dapat tumbuh di lingkungan akademik yang mendukung. Kami akan terus menyediakan fasilitas dan dukungan agar tim dapat bersaing di panggung internasional.”

Dengan prestasi ini, robot Lahbako‑San menjadi simbol kebangkitan robotika Indonesia, menandai langkah penting menuju kompetisi global yang lebih ketat serta membuka peluang kerja bagi lulusan teknik robotik di dalam negeri.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup