Mesin ATM Bitcoin di AS Anjlok Drastis, Dominasi Global Tergerus

Mesin ATM Bitcoin di AS Anjlok Drastis, Dominasi Global Tergerus

Plat Merah – Jumlah mesin ATM bitcoin global mengalami penurunan signifikan pada paruh pertama tahun 2026, dengan Amerika Serikat menyumbang 96% dari total kerugian. Berdasarkan laporan Finbold H1 2026, jaringan ATM bitcoin dunia menyusut dari 39.158 unit pada akhir 2025 menjadi 28.322 unit pada 30 Juni 2026, atau turun 27,7%.

Penurunan paling tajam terjadi di Amerika Serikat, di mana jumlah ATM bitcoin berkurang dari 30.617 menjadi 20.237 unit, kehilangan 10.380 mesin. Angka ini setara dengan 95,8% dari seluruh pengurangan ATM bitcoin global. “Skala penurunan di AS menunjukkan betapa terkonsentrasinya infrastruktur ATM bitcoin, meskipun adopsi kripto semakin global,” ujar Jordan Major, Pemimpin Redaksi Finbold.

Di luar AS, perubahan relatif kecil. Kanada kehilangan 57 ATM bitcoin, dari 3.660 menjadi 3.603 unit. Eropa mencatat penurunan 102 mesin, dari 1.760 menjadi 1.658. Australia mengalami penurunan terbesar di luar Amerika Utara, dengan jaringan ATM bitcoin berkurang 228 unit, dari 1.986 menjadi 1.758.

Kontraksi ini merupakan kebalikan tajam dari paruh pertama 2025, ketika jaringan ATM bitcoin global bertambah 1.004 mesin, termasuk 513 pemasangan baru di AS. “ATM bitcoin tetap menjadi titik akses penting bagi sebagian pengguna, tetapi penurunan tajam menunjukkan operator mengevaluasi kembali biaya, tekanan kepatuhan, dan permintaan di tengah kondisi pasar yang lemah,” kata Diana Paluteder, Kepala Konten Finbold.

Penurunan ini bertepatan dengan pengajuan kebangkrutan Chapter 11 oleh Bitcoin Depot pada Mei 2026. Sebagai salah satu operator ATM bitcoin terbesar di Amerika Utara, kesulitan keuangan perusahaan kemungkinan besar berkontribusi signifikan terhadap skala penurunan di pasar AS. Meskipun demikian, AS tetap menjadi pasar ATM bitcoin terbesar di dunia, menguasai sekitar 71,5% dari seluruh ATM bitcoin aktif global pada akhir Juni.

Di sisi lain, laporan Finbold juga mencatat bahwa kepemilikan kripto yang dikelola BlackRock turun sebesar $29 miliar pada semester pertama 2026. Hal ini menunjukkan tekanan lebih luas di pasar aset digital, yang turut memengaruhi kepercayaan operator ATM bitcoin. Kombinasi antara regulasi yang ketat, biaya operasional tinggi, dan volatilitas harga kripto mendorong banyak operator untuk mengurangi jumlah mesin mereka.

Meski terjadi penurunan, ATM bitcoin masih menjadi jembatan penting antara mata uang fiat dan kripto, terutama bagi pengguna yang kurang akrab dengan platform digital. Namun, masa depan industri ini akan sangat bergantung pada stabilitas pasar dan kejelasan regulasi, khususnya di AS yang mendominasi pangsa pasar global.

Secara keseluruhan, penurunan drastis ATM bitcoin pada paruh pertama 2026 mencerminkan tantangan struktural yang dihadapi industri kripto fisik. Operator harus beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah, sementara pengguna mungkin perlu mencari alternatif lain untuk bertransaksi kripto secara tunai. Ke depan, pemulihan jaringan ATM bitcoin akan membutuhkan kombinasi inovasi, efisiensi biaya, dan dukungan regulasi yang lebih kondusif.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup