PLN Situbondo Luncurkan Program Kolaboratif ‘Rabas Pohon’ untuk Jaga Keandalan Jaringan Kelistrikan
Plat Merah – Di tengah meningkatnya permintaan energi nasional, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Situbondo menggelar program inovatif untuk menjaga stabilitas pasokan listrik. Kegiatan yang digelar di wilayah Kecamatan Panarukan, Situbondo, pada 10 Juli 2026 ini berfokus pada rabas pohon preventif sebagai upaya mengoptimalkan jarak aman antara jaringan listrik dan vegetasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional PLN dalam memastikan keamanan infrastruktur kelistrikan di tengah tantangan cuaca ekstrem dan pertumbuhan permukiman.
Latar Belakang: Krisis Vegetasi di Wilayah Jaringan
Data internal PLN menunjukkan bahwa hingga 2025, 32% gangguan pasokan listrik di Jawa Timur disebabkan oleh faktor vegetasi. Di Situbondo khususnya, kepadatan pepohonan di jalur transmisi mencapai 78% dari total risiko regional. Situasi ini mengharuskan PLN mengembangkan pendekatan proaktif dengan melibatkan pihak terkait.
| Risiko Vegetasi di Jawa Timur | 2023 | 2024 | 2025 |
|---|---|---|---|
| Gangguan listrik akibat vegetasi | 215 kejadian | 289 kejadian | 352 kejadian |
| Rata-rata jam pemadaman | 12 jam/kejadian | 14 jam/kejadian | 16 jam/kejadian |
Kolaborasi Multi-Pihak: Strategi Sinergi PLN
Program kali ini dilakukan secara kolaboratif dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Panarukan, melibatkan 35 anggota tim gabungan yang terdiri dari:
- 15 personel teknis PLN
- 10 anggota TNI AD
- 7 personel kepolisian
- 3 perwakilan pemerintah desa
Manager PLN UP3 Situbondo, Teguh Budi Oktavianto, menjelaskan bahwa pendekatan ini mengacu pada prinsip “Right of Way” (Right of Way) dalam manajemen infrastruktur energi. “Area bebas vegetasi sepanjang 10 meter di sebelah jalur transmisi menjadi standar yang harus dipertahankan,” ujarnya.
Implikasi Teknis dan Lingkungan
Selain aspek teknis, program ini juga berdampak signifikan pada manajemen lingkungan. PLN bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Hutan Jawa Timur untuk memastikan:
- Seleksi jenis pohon yang ditebang
- Penggunaan teknik selective cutting
- Reboisasi sisi jalur yang telah dirabas
Kronologis Pelaksanaan Program
| Waktu | Langkah Kegiatan |
|---|---|
| 10 Mei 2026 | Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) |
| 20 Mei 2026 | Koordinasi dengan Forkopimcam |
| 1-5 Juli 2026 | Pemetaan jalur yang rawan vegetasi |
| 6-10 Juli 2026 | Pelaksanaan rabas pohon |
Analisis Dampak bagi Masyarakat
Program ini memberikan dampak multidimensi:
- Ekonomi: Meningkatkan produktivitas UMKM yang bergantung pada pasokan listrik stabil
- Sosial: Mengurangi risiko kecelakaan akibat kabel terkena pohon tumbang
- Lingkungan: Membantu pengelolaan hutan urban secara terpadu
Rekomendasi untuk Masyarakat
Assistant Manager Jaringan PLN UP3 Situbondo, Pangky Yonkynata Ardiyansyah, memberikan panduan khusus:
- Memastikan jarak aman minimal 5 meter antara pohon hias dan kabel
- Melaporkan tumbang pohon di dekat jaringan listrik ke PLN via aplikasi PLN Mobile
- Avoid bermain layang-layang dalam radius 20 meter dari tower transmisi
Dengan pendekatan kolaboratif ini, PLN berharap bisa mengurangi risiko gangguan hingga 40% di kawasan Situbondo. Program yang akan diulang setiap 6 bulan ini menjadi contoh keterlibatan aktif stakeholder dalam menjaga infrastruktur kritis nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













