Harga iPhone 15 Melonjak Drastis di Indonesia, Picu Kekhawatiran Konsumen
Plat Merah – Jakarta – Memasuki awal Juli 2026, kabar kurang menyenangkan datang bagi para penggemar produk Apple di Indonesia. Harga iPhone 15 dan sejumlah seri iPhone terbaru lainnya mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan pantauan di distributor resmi, harga iPhone 15 varian 128 GB kini dibanderol Rp14.499.000, naik sekitar Rp2,2 juta dari sebelumnya. Kenaikan ini juga terjadi pada varian 256 GB dan 512 GB yang masing-masing naik hingga Rp7 juta. Fenomena ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan konsumen dan pelaku industri teknologi tanah air.
Kenaikan harga iPhone 15 tidak berdiri sendiri. Beberapa seri lain seperti iPhone 16, iPhone 17, dan iPhone Air juga mengalami penyesuaian harga ke atas. iPhone 16e 128 GB misalnya, naik dari Rp10.749.000 menjadi Rp12.749.000. Sementara iPhone Air varian 256 GB naik Rp4,2 juta menjadi Rp21.249.000. Kenaikan paling tajam terjadi pada iPhone 17 Pro Max varian tertentu yang melonjak sekitar Rp1.050.000. Lonjakan harga ini terjadi di tengah krisis kelangkaan chip memori global yang dipicu oleh melonjaknya permintaan chip berkapasitas tinggi untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Menariknya, kenaikan harga iPhone 15 dan seri lainnya ini berbarengan dengan langkah Apple yang dikabarkan tengah menguji chip memori DRAM buatan perusahaan China, ChangXin Memory Technologies (CXMT) untuk perangkat yang dipasarkan di China. Apple disebut telah menghubungi pemerintah AS untuk mendapatkan persetujuan penggunaan chip tersebut, meskipun CXMT baru saja masuk dalam daftar hitam Departemen Pertahanan AS. Langkah ini dinilai sebagai upaya Apple untuk menekan biaya produksi di tengah tekanan rantai pasok global. Namun, belum jelas apakah kebijakan ini akan berdampak pada harga iPhone 15 di Indonesia ke depannya.
Di sisi lain, kabar kenaikan harga iPhone 15 dan seri flagship lainnya justru menjadi angin segar bagi konsumen yang mencari ponsel premium bekas pakai. Sejumlah HP flagship 2026 seperti Samsung Galaxy S24 Ultra dan iPhone 15 sendiri mengalami penurunan harga di pasar sekunder. iPhone 15 misalnya, yang semula dibanderol sekitar Rp16,5 juta kini bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp11,8 juta di beberapa platform. Hal ini membuat harga iPhone 15 bekas menjadi lebih terjangkau bagi mereka yang ingin merasakan ekosistem Apple tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Sementara itu, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada produk Apple. Samsung juga menaikkan harga sejumlah ponsel entry-level dan menengahnya pada Juli 2026. Galaxy A07 4G varian 4GB/64GB naik Rp100.000 menjadi Rp1.899.000, sementara Galaxy A17 4G varian 4GB/128GB naik Rp300.000 menjadi Rp3.299.000. Kenaikan ini dipicu oleh faktor yang sama, yaitu kelangkaan chip memori global. Analis memperkirakan tren kenaikan harga ponsel dan laptop akan berlanjut sepanjang 2026 akibat ketidakseimbangan pasokan dan permintaan komponen semikonduktor.
Bagi konsumen yang berencana membeli iPhone 15, disarankan untuk membandingkan harga di berbagai kanal penjualan resmi dan mempertimbangkan membeli unit bekas berkualitas. Meskipun harga iPhone 15 baru melonjak, pasar sekunder menawarkan alternatif yang lebih ramah di kantong. Ke depannya, perkembangan situasi geopolitik dan rantai pasok global akan sangat menentukan pergerakan harga perangkat elektronik di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













