Bansos Kemensos Tahap III Cair Mulai 20 Juli 2026, Ini Cara Cek dan Besarannya

Bansos Kemensos Tahap III Cair Mulai 20 Juli 2026, Ini Cara Cek dan Besarannya

Plat Merah – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) tahap ketiga atau triwulan III tahun 2026 secara bertahap sejak 20 Juli 2026. Bansos Kemensos yang cair kali ini meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Penyaluran dilakukan setelah proses pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) selesai, sehingga diharapkan bansos tepat sasaran kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang benar-benar membutuhkan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa pemutakhiran data dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan data penerima selalu sesuai kondisi terkini. Penerima yang sudah tidak memenuhi kriteria dikeluarkan, sementara keluarga baru yang layak dimasukkan. Tiga provinsi paling aktif melakukan pemutakhiran adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Dengan adanya pembaruan data, bansos Kemensos diharapkan lebih efektif dalam mengurangi kemiskinan.

Cara Cek Penerima Bansos Kemensos

Masyarakat dapat mengecek status penerimaan bansos secara mandiri melalui dua kanal resmi Kemensos. Pertama, melalui situs web cekbansos.kemensos.go.id. Langkahnya: buka laman tersebut, masukkan provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan, dan nama penerima sesuai KTP, lalu ketik kode captcha dan klik ‘Cari Data’. Jika terdaftar, sistem akan menampilkan status penerima beserta periode pencairan.

Kedua, melalui aplikasi ‘Cek Bansos’ yang bisa diunduh di Play Store. Setelah login, pilih menu ‘Cek Bansos’ dan isi data diri. Selain itu, aplikasi ‘Perlinsos Digital’ juga dapat digunakan, namun masih uji coba di beberapa provinsi. Masyarakat hanya perlu menyiapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP untuk melakukan pengecekan.

Besaran Bantuan PKH dan BPNT

Bansos PKH diberikan berdasarkan kategori penerima dengan rincian per triwulan: ibu hamil/nifas Rp750.000, anak usia dini (0-6 tahun) Rp750.000, anak SD/sederajat Rp225.000, anak SMP/sederajat Rp375.000, anak SMA/sederajat Rp500.000, penyandang disabilitas berat Rp600.000, dan lanjut usia 70+ Rp600.000. Sementara itu, BPNT memiliki nominal sama untuk seluruh KPM, yaitu Rp200.000 per bulan atau Rp600.000 per triwulan, yang dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warong.

Tanda-tanda Bansos Sudah Cair

Beberapa indikator yang menandakan bansos sudah cair antara lain: saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bertambah, menerima notifikasi dari bank Himbara, status di website Kemensos berubah menjadi ‘Tersalurkan’, pendamping sosial memberikan informasi, atau nama penerima sudah terdaftar di e-warung. Meski penyaluran dimulai serentak, waktu penerimaan bisa berbeda antar daerah karena proses bertahap.

Peran Karang Taruna dan Rencana Baru

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengajak Karang Taruna untuk berperan aktif dalam mendukung program prioritas pemerintah, termasuk pemutakhiran DTSEN dan penyaluran bansos tepat sasaran. Karang Taruna dapat membantu groundcheck data bersama SDM PKH dan berkoordinasi dengan dinas sosial setempat. Selain itu, pemerintah tengah menjajaki penyaluran bansos melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Mensos Gus Ipul menyatakan akan melakukan simulasi terlebih dahulu untuk menentukan skema terbaik, baik untuk BPNT maupun PKH yang bisa dicairkan di gerai bank Himbara yang ada di koperasi desa.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan bansos Kemensos semakin tepat sasaran dan mampu mendorong pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan. Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek status penerimaan melalui kanal resmi dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup