Kemensos Maksimalkan Penanganan Darurat Gempa NTT dengan Distribusi Beras dan Paket Sembako
PlatMerah.com, Manggarai – Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat penanganan darurat bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyalurkan bantuan logistik berupa 30 ton beras reguler dan 5.500 paket sembako. Bantuan ini didistribusikan ke enam kabupaten terdampak pada Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga pengungsi.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan seluruh armada dan personel Kemensos dikerahkan untuk memastikan bantuan dapat diterima tanpa kendala. “Perintahnya jelas, masyarakat yang terdampak harus segera mendapatkan pelayanan. Kebutuhan makan, tempat pengungsian, pakaian, perlengkapan keluarga, dan kebutuhan dasar lainnya harus kita pastikan tersedia,” ujarnya saat rapat koordinasi di Manggarai.
Operasional Dapur Umum untuk Mendukung Konsumsi Pengungsi
Selain penyaluran bantuan pangan, Kemensos juga mengoperasikan dapur umum di beberapa wilayah terdampak yaitu Manggarai, Sikka, dan Nagekeo. Dapur umum ini mampu memproduksi hingga 4.100 porsi nasi bungkus per hari, yang disalurkan kepada warga pengungsi. Selanjutnya, akan ada penambahan titik dapur umum di Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ende, sehingga total dapur umum yang beroperasi mencapai enam titik.
Untuk mendukung dapur umum, sejumlah paket sembako juga dialokasikan khusus untuk menopang operasional tersebut. Di Kabupaten Nagekeo, 500 paket sembako disalurkan, sementara lima kabupaten lainnya masing-masing menerima 1.000 paket sembako.
Nilai Dukungan dan Logistik yang Disiapkan Kemensos
Kemensos menyiapkan dukungan indikatif senilai Rp13,21 miliar yang meliputi logistik, permakanan, serta santunan bagi korban meninggal dan luka. Hingga 16 Agustus 2026, nilai dukungan logistik telah mencapai Rp5,44 miliar. Selain itu, tambahan 48 ton beras reguler senilai sekitar Rp672 juta juga disiapkan untuk memperkuat pasokan pangan di wilayah terdampak.
Untuk kebutuhan pengungsian, Kemensos menyediakan 250 lembar selimut untuk Kabupaten Ngada senilai sekitar Rp50 juta. Anggaran indikatif untuk operasional dapur umum selama tujuh hari diperkirakan mencapai Rp5,16 miliar.
Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Gempa
Penanganan gempa NTT juga dibahas dalam rapat koordinasi yang diadakan di Posko Utama Kabupaten Manggarai. Rakor ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari DPR RI, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, BNPB, Basarnas, dan BUMN terkait. Rapat membahas kondisi terkini, langkah percepatan penanganan darurat, serta pembagian tugas antar lembaga.
Berdasarkan data BNPB per 16 Agustus 2026, gempa berkekuatan 7,7 SR diikuti hampir seribu gempa susulan, dengan korban meninggal mencapai 53 orang di enam kabupaten terdampak. Kerusakan bangunan juga cukup signifikan dengan ratusan rumah mengalami berbagai tingkat kerusakan.
Fokus Penanganan dan Distribusi Bantuan
Agus Jabo menekankan pentingnya kecepatan distribusi bantuan sesuai kebutuhan di lapangan agar tidak ada warga pengungsi yang kesulitan mendapatkan makanan dan kebutuhan dasar lainnya. Sinergi antara dapur umum dan program Makan Bergizi Gratis diperkuat agar konsumsi harian warga pengungsi terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Distribusi bantuan beras dan sembako dilakukan merata di Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Ende. Setiap kabupaten mendapat alokasi beras sebanyak 5 ton, dengan paket sembako bervariasi sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Dengan langkah cepat dan terkoordinasi, Kemensos bersama instansi terkait berkomitmen membantu pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT secara optimal dan berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












