WNI Tewas dalam Serangan Kapal Kargo MV Tihamah, DPR Desak Pemerintah Terbitkan Travel Warning ke Yaman
PlatMerah.com, Jakarta – Seorang warga negara Indonesia (WNI) meninggal dunia akibat serangan terhadap kapal kargo MV Tihamah di perairan Yaman. Menanggapi kejadian ini, anggota Komisi I DPR RI, Iman Sukri, mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan travel warning bagi WNI yang akan melakukan perjalanan ke Yaman dan wilayah konflik lainnya di Timur Tengah.
Insiden Serangan Kapal MV Tihamah
Serangan terjadi pada Selasa, 18 Agustus 2026, di kawasan Bab el-Mandeb, Yaman. Kapal kargo MV Tihamah yang membawa 11 awak, terdiri dari 8 warga Pakistan dan 3 WNI, diserang oleh kelompok Houthi. Akibat serangan tersebut, empat awak kapal tewas, termasuk satu WNI dan tiga warga Pakistan. Beberapa awak kapal lainnya mengalami luka-luka.
Tuntutan DPR untuk Pemerintah
Iman Sukri menyatakan dukacitanya atas meninggalnya WNI dalam insiden ini dan menilai kejadian tersebut sebagai bukti meningkatnya risiko keamanan di kawasan Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menunggu sampai lebih banyak WNI menjadi korban sebelum mengambil tindakan perlindungan.
Menurut Iman, travel warning merupakan langkah preventif penting untuk melindungi WNI yang bekerja sebagai awak kapal maupun yang akan melakukan perjalanan ke wilayah konflik. Ia juga mengingatkan bahwa situasi di Selat Hormuz dan perairan Timur Tengah semakin memanas akibat konflik yang melibatkan beberapa negara, termasuk AS dan Israel.
Langkah Perlindungan dan Penanganan Korban
Selain meminta penerbitan travel warning, DPR juga meminta Kementerian Luar Negeri untuk segera menangani korban WNI. Pemerintah diharapkan memastikan perawatan medis bagi yang terluka, pendampingan bagi awak yang selamat, serta proses pemulangan jenazah ke Indonesia berjalan dengan baik.
Iman menegaskan bahwa perlindungan terhadap WNI di wilayah konflik adalah tanggung jawab utama negara demi menjaga hak dan keselamatan warga negara Indonesia di luar negeri.
Konteks Keamanan di Timur Tengah
Bab el-Mandeb adalah jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Wilayah ini kerap menjadi pusat ketegangan karena konflik bersenjata dan aktivitas kelompok militan. Serangan terhadap kapal sipil seperti MV Tihamah menunjukkan risiko nyata yang dihadapi oleh para awak kapal dan warga yang berada di kawasan tersebut.
Situasi di Timur Tengah, khususnya yang berkaitan dengan konflik AS-Israel dan blokade di Selat Bab al-Mandeb oleh kelompok Houthi, telah berdampak signifikan pada aktivitas pelayaran dan keamanan regional.
Harapan dan Tindakan Ke Depan
DPR berharap pemerintah mengambil langkah cepat dan tepat untuk mengantisipasi risiko yang mungkin menimpa WNI di wilayah konflik. Penerbitan travel warning diharapkan dapat menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih destinasi perjalanan, terutama ke daerah-daerah yang rawan konflik.
Penanganan korban dan perlindungan WNI menjadi prioritas utama dalam menjaga keselamatan dan hak warga negara Indonesia di luar negeri.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













