KRI Gajah Mada Siap Debut sebagai Kapal Induk Pertama Indonesia, Pendemo Bogor Gelar Aksi di Depan Istana

KRI Gajah Mada Siap Debut sebagai Kapal Induk Pertama Indonesia, Pendemo Bogor Gelar Aksi di Depan Istana

PlatMerah.com, JakartaIndonesia akan segera memiliki kapal induk pertamanya, KRI Gajah Mada, yang merupakan hibah dari Italia dan sebelumnya dikenal sebagai ITS Giuseppe Garibaldi. Kapal ini dijadwalkan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026 dan akan memulai debutnya sebagai kapal VVIP dalam parade lintas laut pada peringatan HUT ke-81 TNI pada Oktober 2026.

KRI Gajah Mada saat ini masih dalam perjalanan laut dari Italia dengan pengawalan kapal perang Italia. Sesampainya di Indonesia, kapal ini akan berlabuh terlebih dahulu di Jakarta untuk proses serah terima formal sebelum menuju pangkalan di Teluk Ratai, Lampung, yang saat ini tengah dalam tahap penyelesaian infrastruktur. Penggantian nama dan pengibaran bendera Merah Putih akan dilakukan pada 25 September 2026, dan acara tersebut akan dihadiri oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

Persiapan dan Harapan Transfer Teknologi

Komisi I DPR RI menekankan pentingnya kehadiran KRI Gajah Mada tidak hanya sebagai alat utama sistem persenjataan, tetapi juga sebagai sarana transfer teknologi dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia Indonesia. Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, menyatakan bahwa pelaut dan engineer Indonesia dapat belajar langsung dari kapal induk ini guna mendukung pengembangan industri pertahanan nasional.

Kronologi dan Jadwal Kedatangan

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi resmi meninggalkan Italia pada 24 Agustus 2026 dan diperkirakan menempuh perjalanan selama lebih dari 20 hari melewati Terusan Suez dan Laut Merah. Jadwal kedatangan di Indonesia diperkirakan antara 15 hingga 20 September 2026. Setelah proses serah terima di Jakarta, kapal akan menuju pangkalan di Lampung yang diperkirakan rampung pada akhir September 2026.

Aksi Demonstrasi di Bogor

Sementara itu, pada Kamis, 27 Agustus 2026, pendemo dari Bogor yang gagal berangkat ke Jakarta menggelar aksi di depan Istana Bogor. Massa yang terdiri dari aliansi pemuda pemudi dan mahasiswa Bogor menyampaikan tuntutan antara lain hukuman mati bagi koruptor, pengesahan RUU Perampasan Aset, serta kritik terhadap lembaga kampus. Aksi berlangsung kondusif meskipun hujan, dan sempat menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi demonstrasi.

Aparat keamanan mengatur lalu lintas dan membentuk barikade di depan gerbang Istana Bogor. Koordinator lapangan aksi, Naufal, menyatakan bahwa sebagian peserta memang gagal berangkat ke Jakarta sehingga memilih menggelar aksi di Bogor.

Kedatangan KRI Gajah Mada menandai tonggak penting bagi kekuatan pertahanan laut Indonesia, sekaligus menjadi simbol modernisasi alutsista TNI AL. Sementara itu, aksi demonstrasi di Bogor mencerminkan dinamika sosial dan aspirasi masyarakat yang tetap berjalan di tengah peristiwa besar nasional ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup