Cerita SDN 026 Bojongloa Bandung yang Sudah Tiga Kali Digembok Pihak Ahli Waris

Cerita SDN 026 Bojongloa Bandung yang Sudah Tiga Kali Digembok Pihak Ahli Waris

PlatMerah.com, Bandung – SDN 026 Bojongloa di Kota Bandung kembali menjadi sorotan setelah gedung sekolah itu digembok oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris lahan. Kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan guru dan siswa terkait kelangsungan proses belajar mengajar.

Sengketa Lahan yang Berulang

<pMenurut Pembantu Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SDN 026 Bojongloa, Irdian, penggembokan terbaru dilakukan tanpa pemberitahuan maupun koordinasi sebelumnya, sehingga pihak sekolah kaget dan merasa dirugikan. "Ini terjadi ketiga kali. Dari pihak kami juga kaget digembok. Yang saya tahu, kalau memang ada persoalan seharusnya melalui alur persidangan pengadilan," ujarnya pada Jumat (7/8/2026).

Proses hukum sengketa lahan tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun, dan Irdian mengaku tidak mengetahui secara rinci perkembangannya. Sebelum kejadian penggembokan, pihak sekolah hanya menerima surat tembusan dari pihak yang mengaku ahli waris tanpa ada pemberitahuan akan tindakan penyegelan.

Klaim Ahli Waris dan Kondisi Lahan

Menurut informasi yang diterima sekolah, lahan yang disengketakan memiliki luas sekitar 1.500 meter persegi. Pihak yang mengaku sebagai ahli waris juga telah memasang spanduk dan papan klaim di area sekolah sejak sekitar satu bulan sebelum kejadian penggembokan terakhir.

Meski lahan tersebut disengketakan, bangunan sekolah adalah aset milik Pemerintah Kota Bandung. Hal ini menimbulkan kompleksitas dalam penyelesaian sengketa dan pengelolaan aset sekolah.

Dampak pada Kegiatan Belajar Mengajar

Meskipun kegiatan belajar mengajar dijadwalkan kembali normal pada Jumat (7/8/2026), para guru masih merasa waswas terhadap kemungkinan terulangnya tindakan penggembokan. Namun, sesuai arahan dari dinas pendidikan setempat, sekolah tetap melanjutkan aktivitas belajar seperti biasa.

“Sebagai guru sih waswas. Tapi arahan dari dinas kita tetap masuk seperti biasa lagi. Besok normal kembali,” kata Irdian.

Harapan Penyelesaian Sengketa

Pihak sekolah kini menunggu hasil koordinasi antara pihak ahli waris dan pemerintah kota. Harapan utama adalah penyelesaian sengketa lahan dapat segera tercapai tanpa mengganggu proses pendidikan siswa di SDN 026 Bojongloa.

Sengketa lahan seperti ini menjadi tantangan bagi pengelolaan aset pendidikan dan mengingatkan pentingnya penyelesaian konflik secara hukum dan damai agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup