Prabowo Ungkap 290 BUMN Ditutup, Pemerintah Targetkan Tersisa 250-300 Perusahaan yang Produktif
PlatMerah.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menutup sebanyak 290 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai kurang produktif. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penataan dan perampingan BUMN agar hanya tersisa antara 250 hingga 300 perusahaan yang benar-benar dapat menciptakan nilai tambah dan memberikan manfaat maksimal bagi negara dan rakyat.
Kinerja BUMN yang Belum Optimal
<pMenurut Prabowo, kinerja BUMN saat ini belum menunjukkan hasil yang optimal. Masih banyak perusahaan negara yang mengalami kerugian dan justru menjadi beban bagi keuangan negara. Ia menegaskan bahwa BUMN bukanlah milik komisaris atau sumber pendanaan bagi penguasa, melainkan harus dikelola secara profesional demi kesejahteraan rakyat.
Prabowo juga menyoroti adanya kerja sama beberapa BUMN dengan perusahaan asing yang berpotensi menggeser orientasi perusahaan. Akibatnya, keuntungan yang semestinya menjadi manfaat negara lebih banyak dinikmati oleh investor asing.
Penutupan dan Perampingan BUMN
Pemerintah terus melakukan penataan BUMN dengan menutup perusahaan-perusahaan yang tidak produktif. Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah resmi ditutup. Target pemerintah adalah menyisakan sekitar 250 sampai 300 perusahaan yang mampu beroperasi secara efisien dan memberikan nilai tambah nyata.
Perampingan ini diperkirakan dapat menghemat biaya overhead hingga sekitar Rp 50 triliun per tahun. Dana yang sebelumnya digunakan untuk membiayai struktur yang tidak produktif akan dialihkan ke investasi, pengembangan industri, dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Manfaat bagi Negara dan Rakyat
Dengan penataan BUMN, pemerintah berharap perusahaan negara dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan yang profesional dan berorientasi pada manfaat negara menjadi kunci utama dalam reformasi BUMN ini.
Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi BUMN dalam menghadapi persaingan global dan menjamin keberlanjutan usaha yang mendukung perekonomian nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













