Fadli Zon Sebut Rekonstruksi Desa Adat Sade Butuh Rp 25-30 Miliar, Dikebut Tahun Ini
Rekonstruksi Desa Adat Sade Butuh Anggaran Rp 25-30 Miliar
PlatMerah.com, Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon memperkirakan kebutuhan anggaran untuk merekonstruksi Desa Adat Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terbakar habis mencapai Rp 25-30 miliar. Pemerintah menargetkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat selesai pada tahun ini.
Fadli Zon mengatakan, koordinasi penanganan rekonstruksi dilakukan bersama Gubernur NTB serta kementerian dan lembaga terkait di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan. Hal ini untuk menghindari tumpang tindih dalam pembiayaan dan pelaksanaan.
Fokus pada Keamanan dan Mitigasi Bencana
Selain membangun kembali bangunan yang terbakar, pemerintah juga akan mengevaluasi aspek keselamatan di kawasan Desa Adat Sade. Hal ini mencakup pemeriksaan instalasi listrik dan penerapan mitigasi bencana agar kejadian kebakaran serupa tidak terulang.
Fadli Zon menyoroti pentingnya penataan ulang kawasan agar tidak menimbulkan risiko kebakaran yang mudah menyebar karena rumah-rumah adat yang terbuat dari kayu dan berdempetan.
Desain Rekonstruksi Tetap Pertahankan Ciri Khas Budaya
Pemerintah berkomitmen untuk mempertahankan karakter dan ciri khas budaya masyarakat setempat dalam desain rekonstruksi Desa Adat Sade. Penataan ulang kawasan akan dibuat lebih terintegrasi, aman, dan nyaman bagi wisatawan tanpa menghilangkan identitas adat yang selama ini menjadi daya tarik.
Desain ini akan melibatkan masyarakat adat setempat untuk memastikan keaslian dan pelestarian budaya tetap terjaga.
Proses Koordinasi dan Harapan Penyelesaian Tahun Ini
Pelaksanaan rekonstruksi masih menunggu proses koordinasi antar kementerian dan lembaga serta penyusunan desain yang matang. Setelah semua selesai, intervensi pemerintah dapat segera dilakukan.
Fadli Zon berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi Desa Adat Sade dapat dikebut dan selesai pada tahun 2026.
DPR Dorong Revitalisasi Desa Adat Sade
Dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, Wakil Ketua Komisi X Lalu Hadrian Irfani mendorong pemerintah untuk segera melakukan revitalisasi Desa Adat Sade. Ia menekankan pentingnya kawasan tersebut sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia dan kebanggaan masyarakat NTB.
Lalu menggambarkan kondisi Desa Adat Sade pasca kebakaran yang meluluhlantakkan berbagai bangunan dan aktivitas budaya, sehingga revitalisasi menjadi langkah penting untuk memulihkan dan melestarikan warisan leluhur tersebut.
Dia juga mendukung pengajuan anggaran tambahan untuk mendukung proses rekonstruksi yang sudah menjadi terobosan Kementerian Kebudayaan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












