Dilema Valentino Rossi, di antara 3 pilihan sulit untuk tambal kepergian Fabio Di Giannantonio: AS Roma Rombak Lini Depan dan PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions

Dilema Valentino Rossi, di antara 3 pilihan sulit untuk tambal kepergian Fabio Di Giannantonio: AS Roma Rombak Lini Depan dan PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions

Plat Merah – Bola.com, Jakarta – Dilema Valentino Rossi, di antara 3 pilihan sulit untuk tambal kepergian Fabio Di Giannantonio. Pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Arsenal di Budapest, Sabtu, 30 Mei 2026, menjadi sorotan di kalangan pecinta sepak bola.

Ousmane Dembele dari PSG mencetak gol penting dari titik penalti yang membuat PSG menyamakan kedudukan. Baca Juga: PSG Bisa Bernapas Lega! Dembele Janji Fit 100 Persen Hadapi Arsenal di Final Liga Champions

PSG kemudian memastikan kemenangan melalui adu penalti untuk mempertahankan mahkota juara Eropa. Namun, bukan hanya golnya yang menarik perhatian. Dembele dikenal sebagai pemain berkaki dominan kiri. Karena itu, banyak penonton terkejut ketika ia mengeksekusi penalti dengan kaki kanan.

Dalam situasi tersebut, Dembele sempat memberikan isyarat akan menendang menggunakan kaki favoritnya sebelum melepaskan tembakan keras dengan kaki kanan yang tak mampu dijangkau David Raya. Keputusan itu bukan sesuatu yang baru bagi pemain berusia 29 tahun tersebut.

Di sisi lain, AS Roma bersiap melakukan perombakan besar-besaran di sektor serang menjelang musim 2026/2027. Manajemen I Giallorossi dikabarkan siap menggelontorkan dana fantastis demi memenuhi kebutuhan pelatih Gian Piero Gasperini yang menginginkan lini depan lebih kuat dan berkualitas.

Menurut laporan media Italia, Corriere dello Sport, AS Roma bersedia mengalokasikan dana antara 80 hingga 100 juta euro (sekitar Rp1,5 hingga Rp1,8 triliun) khusus untuk memperkuat barisan penyerang.

Langkah tersebut menjadi sinyal kuat ambisi Roma untuk kembali bersaing di papan atas Serie A sekaligus meningkatkan daya saing mereka di kompetisi Eropa. Sejak musim lalu, Gasperini disebut berulang kali menekankan pentingnya memiliki unit serangan yang lebih dalam dan lebih berkualitas.

Kedatangan Donyell Malen pada bursa transfer Januari lalu belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi sang pelatih. Karena itu, revolusi besar di lini depan kini menjadi salah satu prioritas utama klub ibu kota Italia tersebut.

Saat ini, nyaris tidak ada pemain depan AS Roma yang benar-benar aman dari evaluasi, kecuali Donyell Malen dan Paulo Dybala. Meski demikian, situasi Dybala juga belum sepenuhnya pasti karena kontrak bintang asal Argentina itu hingga kini belum diperpanjang oleh klub.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup