Pedro Acosta Datang, Pecco Pergi ke Aprilia: Ducati Tanpa Rider Italia untuk Pertama Kalinya

Pedro Acosta Datang, Pecco Pergi ke Aprilia: Ducati Tanpa Rider Italia untuk Pertama Kalinya

Plat Merah – Bursa transfer MotoGP musim 2026 mengguncang dunia balap motor. Pedro Acosta datang, Pecco pergi ke Aprilia, Ducati tanpa rider Italia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Keputusan mengejutkan ini diumumkan secara resmi pada Kamis, 25 Juni 2026, mengakhiri spekulasi panjang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Francesco “Pecco” Bagnaia, juara dunia dua kali asal Italia, resmi meninggalkan Ducati Lenovo dan bergabung dengan Aprilia Racing mulai musim 2027. Pembalap nomor 63 itu menandatangani kontrak jangka panjang hingga akhir musim 2027, dengan opsi perpanjangan hingga 2030. Keputusan ini diambil setelah negosiasi perpanjangan kontrak dengan Ducati Corse tidak mencapai kata sepakat. Alih-alih bertahan, Pecco memilih tantangan baru bersama tim pabrikan senegaranya, Aprilia, yang berbasis di Noale.

Kepergian Pecco membuka jalan bagi Pedro Acosta, pembalap muda fenomenal asal Spanyol, untuk mengisi kursi panas di Ducati Lenovo. Acosta, yang dijuluki “The Shark of Mazarron”, resmi bergabung dengan Ducati mulai musim 2027 dengan kontrak dua tahun. Ia akan berduet dengan legenda hidup Marc Marquez, membentuk salah satu line-up paling ditakuti di grid MotoGP. Ducati tanpa rider Italia menjadi kenyataan, karena Marc Marquez (Spanyol) dan Pedro Acosta (Spanyol) akan menjadi duet utama tim pabrikan Borgo Panigale.

CEO Ducati, Claudio Domenicali, mengungkapkan kegembiraannya menyambut Acosta. “Keterampilan luar biasa yang telah Pedro tunjukkan, plus kombinasi dengan mentalitas juara dan tekadnya dalam bekerja, serta dengan dukungan performa Desmosedici GP, merupakan fondasi yang sangat ideal untuk proses pertumbuhan tim lebih lanjut,” ujarnya. Sementara itu, General Manager Ducati Corse, Luigi “Gigi” Dall’Igna, menambahkan bahwa setelah sukses mengamankan Marc Marquez, mereka membutuhkan darah muda untuk masa depan. “Pedro, selain memiliki bakat yang sudah tidak ada keraguan lagi, juga telah menunjukkan tingkat kematangan emosional dan teknis yang luar biasa di usianya yang masih sangat muda,” kata Dall’Igna.

Di sisi lain, Aprilia Racing tak tinggal diam. Dengan kepergian Jorge Martin, yang merupakan juara dunia bertahan, Aprilia justru mendapatkan Pecco Bagnaia. Pecco akan berduet dengan kompatriotnya, Marco Bezzecchi, membentuk duet all-Italian yang diharapkan mampu membawa Aprilia meraih gelar juara dunia. CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyambut hangat kedatangan Pecco. “Memiliki beberapa juara dunia di dalam tim kami adalah tanggung jawab besar yang sudah tidak sabar untuk kami terima,” ujarnya.

Pedro Acosta datang, Pecco pergi ke Aprilia, Ducati tanpa rider Italia. Situasi ini menjadi titik balik dalam sejarah MotoGP. Ducati, yang selama bertahun-tahun identik dengan pembalap Italia seperti Casey Stoner (Australia), Andrea Dovizioso (Italia), dan Pecco Bagnaia (Italia), kini harus menerima kenyataan bahwa mereka tidak memiliki perwakilan dari negara asal pabrikan tersebut. Marc Marquez, yang sebelumnya membela Honda, kini menjadi pembalap senior di Ducati, sementara Acosta menjadi harapan masa depan.

Reaksi Marc Marquez terhadap keputusan ini diungkapkan oleh manajer tim Ducati, Davide Tardozzi. “Dia (Marquez) sangat senang. Kami sudah terbiasa dengan situasi ini dan kami sangat, sangat senang memiliki tim yang tangguh ini untuk dua tahun ke depan,” kata Tardozzi. Marquez sendiri sebelumnya dikabarkan sempat bertemu dengan Honda sebelum memilih bertahan di Ducati.

Pedro Acosta, dalam pernyataan pertamanya setelah resmi bergabung, mengaku antusias. “Saya pikir ini adalah tantangan terbesar dalam karier saya sejauh ini. Saya sangat senang. Beberapa waktu lalu saya sudah mengatakan bahwa bisa satu tim dengan Marc adalah sebuah kehormatan. Saya akan berusaha belajar sebanyak mungkin darinya,” ujar Acosta.

Sementara itu, Pecco Bagnaia memulai babak baru bersama Aprilia. Dengan pengalaman juara dunia MotoGP 2022 dan 2023, serta rekor 41 kemenangan dan 86 podium, Pecco diharapkan mampu membawa Aprilia bersaing di papan atas. Musim 2026 sendiri menjadi musim yang sulit bagi Pecco, di mana ia terlempar ke peringkat kelima klasemen akhir, sementara Aprilia justru memimpin klasemen pembalap, tim, dan manufaktur.

Kepindahan ini juga berdampak pada Jorge Martin, yang harus meninggalkan Aprilia setelah hanya satu musim bersama tim pabrikan tersebut. Martin, yang merupakan juara dunia bertahan, kini harus mencari tim baru untuk musim 2027.

Dengan Pedro Acosta datang, Pecco pergi ke Aprilia, Ducati tanpa rider Italia, peta persaingan MotoGP dipastikan akan berubah drastis. Ducati kini memiliki duet pembalap Spanyol yang agresif dan berbakat, sementara Aprilia mengandalkan dua pembalap Italia yang solid. Musim 2027 akan menjadi saksi bagaimana strategi jangka panjang masing-masing tim membuahkan hasil.

Kesimpulannya, pergerakan besar di bursa transfer ini menandai era baru MotoGP. Pedro Acosta datang, Pecco pergi ke Aprilia, Ducati tanpa rider Italia – sebuah realitas yang sebelumnya tak terbayangkan. Namun, inilah dinamika olahraga: perubahan adalah satu-satunya hal yang pasti. Para penggemar tentu menantikan aksi seru di lintasan mulai musim depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup