Pépé Bersinar di Panggung Dunia: Pantai Gading Siap Kejutkan Norwegia di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Pépé Bersinar di Panggung Dunia: Pantai Gading Siap Kejutkan Norwegia di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Plat Merah – Dallas, Texas – Sorotan tajam tertuju pada Nicolas Pépé saat Pantai Gading bersiap menghadapi Norwegia dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Dallas, Texas, Selasa (30/6) malam waktu setempat. Mantan rekor transfer Arsenal ini menjadi motor serangan utama Les Éléphants yang tengah menikmati momentum bersejarah: untuk pertama kalinya melangkah ke fase gugur Piala Dunia.

Pelatih Emerse Faé menurunkan formasi 4-1-4-1 dengan Pépé ditempatkan di sayap kanan, berduet dengan Franck Kessié dan Ibrahim Sangaré di lini tengah. Pépé, yang mencetak dua gol saat mengalahkan Curaçao 2-0 di laga penentu grup, diharapkan menjadi ancaman konstan bagi pertahanan Norwegia. “Nicolas Pépé telah menunjukkan kualitasnya. Ia pemain yang bisa mengubah jalannya pertandingan,” ujar Faé dalam konferensi pers sebelum laga.

Di sisi lain, Norwegia mengandalkan mesin gol Erling Haaland yang telah mengemas empat gol dalam dua penampilan. Haaland diistirahatkan saat kalah 1-4 dari Prancis di laga terakhir grup, dan kini kembali menjadi starter. Pelatih Ståle Solbakken diperkirakan menurunkan skuad terbaiknya dengan formasi 4-3-3, mengandalkan kreativitas Martin Ødegaard di lini tengah untuk mendukung Haaland, Alexander Sørloth, dan Antonio Nusa.

Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi lini belakang Pantai Gading yang diperkuat Odilon Kossounou dan Emmanuel Agbadou. Mereka harus disiplin menahan agresivitas Haaland yang dikenal haus gol. Namun, kehadiran Nicolas Pépé di sisi sayap memberikan opsi serangan balik cepat yang bisa merepotkan pertahanan Norwegia yang belum rapat – hanya satu clean sheet dalam 10 laga terakhir.

Laga berjalan sengit sejak menit awal. Babak pertama diwarnai jual-beli serangan, namun belum ada gol tercipta. Nicolas Pépé beberapa kali merepotkan bek kiri Norwegia dengan kecepatannya, meski penyelesaian akhir masih kurang tepat. Sementara Haaland mendapatkan peluang emas di menit ke-35, namun sepakannya masih bisa ditepis kiper Yahia Fofana.

Memasuki babak kedua, intensitas meningkat. Nicolas Pépé kembali menjadi sorotan saat menusuk dari sisi kanan dan melepaskan umpan silang berbahaya yang nyaris disundul oleh Ange-Yoan Bonny. Sayang, kiper Norwegia Ørjan Nyland sigap mengamankan bola. Di sisi lain, Haaland terus mengancam, namun barisan belakang Pantai Gading yang dikomandoi Kossounou tampil disiplin.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 0-0. Pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Nicolas Pépé yang terlihat kelelahan tetap bertahan di lapangan, menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya. Ia terus berusaha menciptakan peluang, meski ketatnya penjagaan lawan membuat ruang geraknya terbatas.

Keputusan akhir akan ditentukan melalui adu penalti. Bagi Pantai Gading, ini adalah sejarah baru: untuk pertama kalinya mereka bermain di babak gugur Piala Dunia. Terlepas dari hasil akhir, penampilan Nicolas Pépé dan seluruh tim telah membuktikan bahwa mereka layak bersaing di panggung terbesar sepak bola dunia. Dukungan penuh dari publik Dallas yang memadati stadion menjadi saksi perjuangan Les Éléphants yang pantang menyerah.

Pertandingan ini menjadi bukti bahwa Nicolas Pépé masih menjadi aset berharga bagi timnas Pantai Gading. Dengan pengalaman dan kualitas yang dimilikinya, ia mampu menjadi pembeda dalam laga-laga krusial. Kini, semua mata tertuju pada hasil akhir yang akan menentukan langkah selanjutnya di turnamen ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup