Nico Paz Bawa Berkah Rp1,14 Triliun untuk Real Madrid dan Como
Plat Merah – Nico Paz, gelandang muda Argentina berusia 21 tahun, menjadi pusat perhatian di bursa transfer musim panas 2026 setelah resmi dipermanenkan oleh Como dari Real Madrid dengan nilai transfer mencapai €60 juta atau sekitar Rp1,14 triliun. Transfer ini tidak hanya mencatat rekor sebagai pembelian termahal dalam sejarah Como, tetapi juga menjadi salah satu penjualan terbesar yang pernah dilakukan Real Madrid untuk pemain lulusan akademi mereka.
Kepindahan Nico Paz ke Como merupakan puncak dari perjalanan pinjaman yang sukses. Selama dipinjamkan ke klub Serie A tersebut, Paz tampil impresif dan meyakinkan manajemen Como yang dipimpin Cesc Fabregas untuk menebusnya secara permanen. Real Madrid, yang sejak awal telah menyertakan klausul pembelian kembali senilai €68 juta, kini dapat bernapas lega karena penjualan ini menambah pundi-pundi keuangan klub.
Menurut laporan media Portugal A Bola, Real Madrid meraup total 92 juta poundsterling (sekitar Rp2,3 triliun) dari penjualan pemain-pemain yang sebelumnya kurang mendapat sorotan. Selain Nico Paz, Madrid juga mendapatkan pemasukan besar dari transfer Victor Munoz ke Liverpool sebesar 17 juta poundsterling, serta penjualan Mario Gila ke AC Milan, Alvaro Rodriguez ke Bournemouth, dan Mario Martin ke Getafe yang totalnya mencapai 16 juta poundsterling.
Dana segar ini sangat membantu Real Madrid dalam proses restrukturisasi skuad di bawah pelatih baru Jose Mourinho. Klub telah berhasil mendatangkan Marc Cucurella, Denzel Dumfries, Bernardo Silva, dan Ibrahima Konate tanpa harus mengeluarkan biaya besar di muka. Penjualan Nico Paz menjadi salah satu pilar utama dalam strategi finansial klub.
Sementara itu, Como tidak hanya berhenti pada transfer Nico Paz. Klub yang akan debut di Liga Champions musim 2026/2027 ini telah menggelontorkan dana lebih dari €100 juta (Rp1,9 triliun) untuk memperkuat skuad. Selain Paz, Como juga mendatangkan Yan Couto dari Borussia Dortmund seharga €20 juta, bek sayap Brasil Kaiki dengan skema pinjaman wajib beli €14 juta, serta gelandang Luis Milla seharga €6 juta. Ambisi besar Como menunjukkan keseriusan mereka untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Italia dan Eropa.
Di pentas internasional, Nico Paz juga menjadi sorotan saat memperkuat Argentina di Piala Dunia 2026. Meski lebih sering menjadi pemain pengganti di belakang Lionel Messi, Paz menunjukkan potensi besar saat dimainkan. Pada pertandingan grup melawan Yordania, ia dipercaya mengisi posisi No.10 dan menampilkan aksi-aksi gemilang. Nilai pasarnya diperkirakan terus meningkat seiring pengalaman yang ia dapatkan di turnamen terbesar dunia.
Keberhasilan Nico Paz menjadi contoh nyata bagaimana klub seperti Real Madrid memanfaatkan sistem penjualan pemain akademi dengan klausul pembelian kembali. Aston Villa, misalnya, mulai mengadopsi model serupa dengan menjual pemain muda sambil menyertakan klausul buy-back dan matching rights. Strategi ini memungkinkan klub tetap memiliki kendali atas pemain berbakat sambil menghasilkan keuntungan finansial untuk mematuhi aturan Profit and Sustainability (PSR).
Dengan nilai transfer yang fantastis dan performa apik di Piala Dunia, Nico Paz diprediksi akan menjadi salah satu gelandang termahal di masa depan. Real Madrid pun memiliki opsi untuk membawanya kembali ke Santiago Bernabeu pada musim depan dengan klausul pembelian kembali yang sudah disepakati. Sementara itu, Como optimistis bahwa investasi besar pada Nico Paz akan membawa mereka bersinar di Liga Champions musim ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












