Argentina Pasca Messi: Siapa Pewaris Tahta di Piala Dunia 2030?
Plat Merah – Kekalahan Argentina di final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol menyisakan luka mendalam, namun juga membuka lembaran baru: era tanpa Lionel Messi. Di tengah hiruk-pikuk pergantian generasi, nama Marcos Senesi muncul sebagai salah satu pilar pertahanan yang diharapkan mampu mengisi kekosongan. Senesi, bek tengah berusia 29 tahun yang saat ini membela Tottenham Hotspur, menjadi sorotan setelah penampilannya yang konsisten di level klub maupun tim nasional.
Pertandingan final yang berakhir 1-0 untuk Spanyol tersebut memperlihatkan betapa Argentina sangat bergantung pada Messi yang berusia 39 tahun. Tanpa satu pun tembakan ke gawang selama 120 menit, tim asuhan Lionel Scaloni tampil tanpa daya. Kekalahan ini memicu pertanyaan besar: siapa yang akan memimpin Argentina di Piala Dunia 2030? Jawabannya mungkin terletak pada kombinasi pemain muda seperti Julián Álvarez, Nico Paz, dan tentu saja Senesi yang diharapkan menjadi tulang punggung pertahanan.
Senesi, yang sebelumnya memperkuat Feyenoord sebelum pindah ke Tottenham, telah menunjukkan kemampuan sebagai bek tengah yang tenang dan cerdas dalam membaca permainan. Di usia yang masih produktif untuk seorang bek, ia diproyeksikan akan menjadi pemimpin lini belakang Argentina untuk beberapa tahun ke depan. Bersama Leonardo Balerdi, Senesi dianggap sebagai duet ideal untuk menggantikan Nicolas Otamendi yang sudah uzur.
Namun, tantangan Argentina tidak hanya di lini belakang. Lini tengah juga membutuhkan regenerasi. Kepergian Rodrigo De Paul, Leandro Paredes, dan kemungkinan Emiliano Martínez di bawah mistar membuat Scaloni harus bekerja keras. Nama-nama seperti Valentin Barco dan Nico Paz mulai mencuat, sementara Franco Mastantuono dari Real Madrid menjadi prospek jangka panjang yang menarik.
Di sisi lain, situasi di klub juga mempengaruhi kesiapan pemain. Senesi, yang baru saja bergabung dengan Tottenham dalam bursa transfer musim panas ini, harus beradaptasi dengan gaya bermain Roberto De Zerbi. Meski demikian, pengalamannya di Piala Dunia 2026 menjadi modal berharga. Ia tampil dalam beberapa pertandingan dan menunjukkan kemampuan berduel serta distribusi bola yang baik.
Pertanyaan mengenai kiper juga menjadi sorotan. Emiliano Martínez yang kini berusia 33 tahun mungkin masih bisa bertahan hingga 2030, tetapi Argentina perlu mencari penerus. Sementara itu, di lini serang, Julián Álvarez dan Lautaro Martínez diharapkan menjadi ujung tombak. Álvarez, yang mencetak gol indah ke gawang Swiss, menjadi bukti bahwa Argentina memiliki talenta muda yang siap bersinar.
Manajer Lionel Scaloni sendiri masih belum pasti akan melanjutkan tugasnya. Kontraknya hanya sampai Desember 2026, dan ia mengaku perlu waktu untuk berpikir. Namun, apapun keputusannya, Argentina harus segera membangun tim yang solid tanpa Messi. Dalam konteks inilah peran Senesi menjadi krusial, tidak hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai pemimpin di lapangan.
Dukungan dari suporter pun mengalir. Graciela Basiano, seorang pendukung Argentina, menyatakan keyakinannya bahwa negara tersebut memiliki banyak materi pengganti. Ia menyebut Senesi sebagai salah satu bek terbaik yang siap mengisi posisi yang ditinggalkan para pemain senior. Optimisme ini perlu dibarengi dengan kerja keras dan perencanaan yang matang.
Kesimpulannya, era baru Argentina telah dimulai. Dengan Messi yang hampir pasti pensiun, tim harus bertumpu pada pemain seperti Marcos Senesi, Julián Álvarez, dan Nico Paz. Jika regenerasi berjalan lancar, bukan tidak mungkin Argentina kembali berjaya di Piala Dunia 2030. Namun, perjalanan masih panjang, dan setiap langkah harus diambil dengan hati-hati.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












