Sir Alex Ferguson Puji Newcastle Era Kevin Keegan sebagai Tim Terbaik, Manchester United FC Raih Trofi Berkat Rivalitas

Sir Alex Ferguson Puji Newcastle Era Kevin Keegan sebagai Tim Terbaik, Manchester United FC Raih Trofi Berkat Rivalitas

Plat Merah – Manchester United F.C. kembali menjadi sorotan setelah legenda hidup klub, Sir Alex Ferguson, memberikan penghormatan mendalam kepada rival lamanya, Kevin Keegan, yang meninggal dunia pada usia 75 tahun. Dalam wawancara eksklusif dengan Track Radio, Ferguson menyebut bahwa Newcastle United era Keegan adalah tim terbaik yang pernah dimiliki klub tersebut. Pujian ini datang di tengah hiruk-pikuk bursa transfer musim panas 2026, di mana Manchester United F.C. terus bergerak aktif memperkuat skuad.

Ferguson mengenang persaingan sengit antara Manchester United F.C. dan Newcastle United pada musim 1995-96, ketika Newcastle sempat unggul 12 poin sebelum akhirnya tersalip oleh Setan Merah. “Saya memiliki rasa hormat yang besar padanya. Pekerjaan yang dia lakukan di Newcastle sungguh fantastis,” ujar Ferguson. Keegan, yang meninggal karena kanker perut stadium empat, berhasil membawa Newcastle promosi ke Premier League pada 1993 dan menjadikannya penantang gelar. Ferguson menambahkan, “Dia menghadirkan tiga pemain hebat: David Ginola, Faustino Asprilla, dan Philippe Albert. Mereka memberi Newcastle tim terbaik yang pernah mereka miliki.”

Sementara itu, Manchester United F.C. tidak berhenti bergerak di bursa transfer. Klub telah merekrut Youri Tielemans dari Aston Villa dan Andrey Santos dari Chelsea, serta masih memburu gelandang baru. Nama Alex Scott dari Bournemouth menjadi incaran, meskipun Chelsea telah mengajukan tawaran yang ditolak. Scott, yang tampil impresif musim lalu, juga diminati Arsenal. Selain itu, Manchester United F.C. dikabarkan memantau situasi Marcus Rashford yang diminati klub Turki, serta berupaya mendatangkan bek tengah ekonomis dan gelandang Norwegia.

Rivalitas antara Manchester United F.C. dan Newcastle yang dikenang Ferguson menjadi cermin semangat kompetitif yang terus hidup di Old Trafford. Keegan, yang juga pernah menukangi Fulham, Inggris, dan Manchester City, dikenang sebagai sosok yang membawa emosi dan kegembiraan dalam sepak bola. “Dia membawa kecintaan pada permainan di lengan bajunya, dan itu menular ke fans serta pemain,” kata Ferguson.

Di sisi lain, Manchester United F.C. juga harus menghadapi kenyataan pahit setelah Piala Dunia 2026. Dua pemainnya mengalami cedera yang mengkhawatirkan, sementara klub masih berupaya menyeimbangkan skuad. Michael Carrick, yang kini menjabat sebagai manajer, dikabarkan belum puas dengan lini tengah dan masih mengincar tambahan amunisi. Rumor transfer terus berhembus, termasuk ketertarikan pada gelandang Prancis Manu Kone dan pemain depan Arsenal.

Warisan Kevin Keegan tidak hanya hidup di Newcastle, tetapi juga dalam sejarah persaingan dengan Manchester United F.C. yang legendaris. Ferguson menegaskan bahwa duel dengan Keegan adalah salah satu yang terbesar dalam kariernya. Kini, Manchester United F.C. terus melangkah maju, dengan semangat yang sama seperti yang ditunjukkan Keegan: penuh gairah dan tekad untuk meraih kemenangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup