Krisis Bek Kanan Everton Makin Parah: Imbang Lawan Bolton, Garner Cedera

Krisis Bek Kanan Everton Makin Parah: Imbang Lawan Bolton, Garner Cedera

Plat Merah – Laga uji coba pramusim antara Bolton Wanderers dan Everton di Toughsheet Community Stadium, Sabtu (25/7/2026), berakhir tanpa gol. Namun, hasil imbang 0-0 dalam pertandingan bolton vs everton itu menyisakan sederet persoalan serius bagi skuad asuhan David Moyes. Selain performa yang masih jauh dari memuaskan, Everton harus menerima kenyataan pahit: gelandang andalan mereka, James Garner, harus menjalani operasi pangkal paha dan dipastikan absen pada awal musim Premier League 2026/27.

Kabar cedera Garner diumumkan tepat sebelum kick-off bolton vs everton. Gelandang berusia 25 tahun itu telah menjalani operasi pada Jumat (24/7) dan memulai rehabilitasi di Finch Farm. Ia diperkirakan baru bisa kembali berlatih penuh pada pekan pertama musim baru, sehingga kemungkinan besar akan melewatkan beberapa pertandingan awal. Kehilangan Garner menjadi pukulan telak, mengingat ia tampil impresif musim lalu setelah mendapatkan pramusim penuh. Moyes pun harus memutar otak untuk mencari pengganti sementara.

Dalam laga bolton vs everton, Moyes mencoba formasi tiga bek dengan Merlin Rohl dan Adam Aznou sebagai wing-back. Rohl, yang didatangkan dari Freiburg dengan biaya sekitar £17 juta, kembali dimainkan di posisi yang tidak biasa sebagai bek kanan. Ia sebelumnya pernah menjalani peran serupa saat melawan Dundee. Moyes mengakui bahwa keputusan itu lahir dari kebutuhan mendesak, mengingat Everton kekurangan bek kanan murni. Kapten Seamus Coleman telah hengkang, sementara Nathan Patterson masih berlibur setelah Piala Dunia dan kemungkinan besar akan dijual.

“Kami kekurangan bek kanan,” ujar Moyes seusai pertandingan. “Merlin bisa bermain di beberapa posisi, dan ia menunjukkan energi serta beberapa umpan silang berbahaya. Namun, jelas ini bukan solusi jangka panjang. Kami masih mencari bek kanan spesialis di bursa transfer.”

Rohl sendiri tampak cukup nyaman di sisi kanan. Ia beberapa kali menusuk ke depan dan melepaskan umpan silang yang nyaris membuahkan gol, namun Thierno Barry dinyatakan offside lebih dulu. Di babak kedua, Rohl bergeser ke lini tengah, sementara Jake O’Brien mengisi pos bek kanan. O’Brien lebih solid secara defensif, tetapi kurang memberikan ancaman ofensif. Kombinasi ini menunjukkan bahwa Moyes masih mencari formula terbaik untuk menambal lubang di sektor kanan pertahanan.

Selain masalah bek kanan, kepergian Idrissa Gueye semakin memperparah situasi lini tengah Everton. Gelandang bertahan asal Senegal itu tidak diperpanjang kontraknya dan dikabarkan akan merapat ke Arab Saudi. Dengan cedera Garner dan hengkangnya Gueye, Everton kehilangan dua opsi utama di lini tengah. Moyes pun mengandalkan pemain muda Harrison Armstrong yang tampil cukup menjanjikan saat dimainkan sebagai gelandang sentral. Armstrong mendapat kesempatan emas setelah Rohl dipindahkan ke kanan.

Di sisi positif, laga bolton vs everton menjadi ajang kembalinya bek tengah Jarrad Branthwaite setelah empat bulan absen akibat cedera. Branthwaite tampil sejak menit pertama dan berhasil menyelesaikan pertandingan tanpa masalah. Ia berduet dengan James Tarkowski dan Jake O’Brien di lini belakang formasi tiga bek. Kehadiran Branthwaite memberikan ketenangan dan kecepatan yang dibutuhkan untuk menekan lawan. Namun, sistem tiga bek juga menyisakan ruang di sisi sayap yang bisa dieksploitasi tim Premier League.

Peluang terbaik Everton di babak kedua datang dari Beto, namun sundulannya masih melebar. Moyes melakukan lima pergantian pemain saat turun minum, termasuk memasukkan Tom King, Michael Keane, Kiernan Dewsbury-Hall, Vitalii Mykolenko, dan Tyrique George. Lima pemain U-21 Everton juga diturunkan di sisa laga, namun tak satu pun mampu memecah kebuntuan.

Kesimpulannya, hasil imbang tanpa gol melawan Bolton Wanderers menjadi alarm bagi Everton. Cedera Garner dan krisis bek kanan menjadi dua masalah utama yang harus segera diatasi sebelum musim dimulai. Moyes masih punya waktu untuk berbenah, namun ia harus bergerak cepat di bursa transfer. Jika tidak, musim 2026/27 bisa menjadi jalan terjal bagi The Toffees.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup