Palembang Masih Kekurangan 30 Ribu Lampu Jalan, Ratu Dewa Siapkan PJU Tenaga Surya dan Perbaikan 3.000 Titik
Plat Merah – Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus berupaya mengatasi permasalahan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang masih menjadi keluhan utama warga. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengungkapkan bahwa kebutuhan pemasangan lampu jalan baru di kota ini masih sangat tinggi, mencapai sekitar 30 ribu titik, sementara 3 ribu titik lainnya membutuhkan perbaikan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Balai Kota Palembang, Kamis (20/6/2026).
Langkah Strategis Pemkot: PJU Tenaga Surya dan Pemetaan Akurat
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkot Palembang telah menyiapkan langkah strategis melalui program pemasangan dan penggantian lampu jalan berbasis tenaga surya (solar cell) yang mulai dianggarkan sejak 2025. Menurut Ratu Dewa, penggunaan teknologi solar cell diharapkan menjadi solusi yang lebih efisien sekaligus mampu memperluas jangkauan penerangan, terutama di kawasan yang masih minim fasilitas PJU. “Dengan solar cell, kita tidak perlu lagi bergantung pada jaringan listrik PLN yang sering bermasalah. Ini juga ramah lingkungan dan menghemat biaya operasional jangka panjang,” ujar Ratu Dewa.
Selain itu, Pemkot meminta seluruh jajaran pemerintahan di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW melakukan pemetaan kebutuhan secara rinci. “Kami sudah meminta pemetaan secara detail sampai tingkat RT dan RW untuk mengetahui wilayah mana yang membutuhkan percepatan pemasangan maupun perbaikan,” tegasnya. Data pemetaan ini akan menjadi dasar prioritas penanganan, sehingga proses pemasangan dan perbaikan dapat dilakukan lebih cepat serta tepat sasaran.
Data Kebutuhan PJU di Palembang
| Kategori | Jumlah Titik |
|---|---|
| Pemasangan Baru | 30.000 |
| Perbaikan | 3.000 |
| Total | 33.000 |
Data di atas menunjukkan besarnya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemkot. Dengan jumlah penduduk lebih dari 1,7 juta jiwa dan luas wilayah 369,22 km², kebutuhan penerangan jalan yang memadai menjadi krusial untuk menunjang aktivitas ekonomi, keamanan, dan kenyamanan warga.
Kendala Pencurian Kabel PJU
Di sisi lain, Ratu Dewa menyoroti masih maraknya kasus pencurian kabel PJU yang menyebabkan sejumlah lampu jalan padam. Beberapa kejadian tercatat terjadi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Sukarami, hingga Gandus. Aksi pencurian ini tidak hanya merugikan Pemkot secara finansial, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan dan memicu peningkatan kriminalitas di titik-titik gelap.
“Kami berharap masyarakat ikut mengawasi dan menjaga fasilitas PJU. Jangan sampai kabel-kabel yang sudah dipasang dicuri karena akan merugikan banyak warga,” tegas Ratu Dewa. Pemkot juga berencana bekerja sama dengan kepolisian untuk meningkatkan patroli dan pengawasan di area rawan pencurian. Selain itu, penggunaan kabel anti-pencurian dan sistem alarm pada tiang PJU sedang dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang.
Dampak Minimnya Penerangan Jalan
- Keamanan: Titik gelap meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas seperti penjambretan dan perampokan.
- Ekonomi: Aktivitas ekonomi malam hari, seperti pedagang kaki lima dan pusat perbelanjaan, terganggu karena minimnya penerangan.
- Sosial: Warga enggan beraktivitas di luar rumah pada malam hari, sehingga interaksi sosial dan mobilitas terhambat.
- Infrastruktur: Kerusakan PJU yang tidak segera diperbaiki dapat memperburuk kondisi jalan dan fasilitas umum lainnya.
Para ahli tata kota menilai bahwa penerangan jalan yang memadai merupakan indikator penting kualitas hidup perkotaan. Kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya telah berhasil mengurangi titik gelap melalui program serupa, dan Palembang diharapkan dapat mengikuti jejak tersebut.
Target dan Harapan ke Depan
Pemkot Palembang menargetkan berbagai langkah yang dilakukan mampu mengurangi titik-titik gelap di kota, sehingga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat semakin meningkat. Ratu Dewa optimistis bahwa dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta, masalah PJU dapat teratasi secara bertahap. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan partisipasi aktif warga untuk melaporkan kerusakan dan mencurigai aksi pencurian. Mari kita jaga Palembang agar tetap terang dan aman,” ajaknya.
Program pemasangan PJU tenaga surya juga sejalan dengan komitmen Palembang menuju kota ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan energi terbarukan, Pemkot tidak hanya menghemat biaya listrik jangka panjang, tetapi juga mengurangi emisi karbon. Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain di Sumatera Selatan.
Di tengah berbagai tantangan, komitmen Pemkot Palembang untuk menerangi setiap sudut kota patut diapresiasi. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi anggaran, pengawasan ketat, dan partisipasi masyarakat. Jika semua elemen bergerak bersama, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, Palembang akan bebas dari titik gelap dan menjadi kota yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












