Menhut Raja Juli Buka Lagi Wisata Bromo Hanya 4 Hari Setelah Kebakaran 1.120 Hektar Padam
PlatMerah.com, Jawa Timur – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengumumkan pembukaan kembali kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada 20 Agustus 2026, hanya empat hari setelah kebakaran hebat yang melanda kawasan tersebut berhasil dipadamkan. Kebakaran yang berlangsung selama 13 hari sejak 3 Agustus ini telah menghanguskan sekitar 1.120 hektar hutan dan lahan di area TNBTS.
Kebakaran dan Penutupan Akses Wisata
Kebakaran di TNBTS ini memaksa Balai Besar TNBTS menutup seluruh akses wisata Gunung Bromo mulai Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB. Api berhasil dipadamkan pada 16 Agustus 2026 setelah upaya intensif selama lebih dari satu minggu melibatkan Manggala Agni, tim Balai TNBTS, BPBD, BNPB, masyarakat peduli api, serta TNI-Polri.
Proses Pemadaman
Operasi pemadaman didukung oleh dua helikopter water bombing BNPB dan drone sprayer BPBD Jawa Timur. Salah satu kendala utama dalam pemadaman adalah jarak sumber air yang jauh, sehingga jumlah penyemprotan air dari helikopter terbatas. Modifikasi cuaca juga dilakukan mulai 14 Agustus sebagai bagian dari upaya pemadaman.
Dampak Kebakaran pada Ekowisata dan Masyarakat
Kebakaran yang berlangsung selama dua pekan ini sempat melumpuhkan aktivitas ekowisata di kawasan Bromo, yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata. Menteri Kehutanan menegaskan bahwa kebakaran ini juga menguras tenaga dan anggaran yang besar.
Pembukaan Kembali Wisata Bromo
Dengan dinyatakan padamnya api dan membaiknya kondisi, pemerintah memutuskan membuka kembali kawasan TNBTS mulai Kamis, 20 Agustus 2026. Menhut Raja Juli Antoni menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menyelamatkan aset ekowisata nasional tersebut dan mengajak masyarakat untuk menjaga kawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
Upaya Pencegahan Kebakaran
- Larangan membuat api unggun di kawasan TNBTS.
- Dilarang membuang puntung rokok sembarangan.
- Peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Menhut juga mengingatkan bahwa kelalaian kecil dapat memicu kebakaran kembali, yang berpotensi menghabiskan tenaga, dana, dan merusak ekowisata yang telah dibangun dengan susah payah.
Harapan Pemulihan Pariwisata
Dengan dibukanya kembali kawasan wisata, diharapkan geliat wisata dan perekonomian masyarakat sekitar dapat segera pulih. Pengelolaan dan pengawasan yang ketat akan menjadi kunci keberlanjutan wisata Bromo agar tetap lestari dan aman bagi pengunjung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













