SPMB Kota Bekasi 2026 Dibuka, 50 Ribu Calon Siswa Berebut Kursi SD dan SMP Negeri
Plat Merah – Persaingan memperebutkan kursi di sekolah negeri di Kota Bekasi resmi dimulai hari ini, Senin (29/6). Sebanyak 50 ribu calon peserta didik yang telah mengaktifkan akun prapendaftaran kini bersiap memilih sekolah tujuan pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Pendaftaran tahap pertama SPMB Kota Bekasi 2026 berlangsung singkat, yakni mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2026, dengan tiga jalur yang dibuka: prestasi, afirmasi, dan mutasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Chondro Wibhowo Mahartoyo Sukmo, menegaskan bahwa infrastruktur digital telah disiapkan dengan matang untuk mengantisipasi lonjakan trafik. “Untuk server sebenarnya sudah dilakukan uji coba beberapa kali. Alhamdulillah aman,” ujar Chondro dikutip dari Radar Bekasi. Proses krusial ini dipantau ketat demi menghindari kendala teknis yang kerap membayangi pendaftaran daring setiap tahunnya.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, SPMB Kota Bekasi 2026 diklaim bakal jauh lebih praktis. Calon pendaftar yang sudah mengantongi akun bisa langsung menentukan sekolah pilihan mereka tanpa perlu cemas terkait kesiapan sistem. Orang tua siswa pun tampak antusias memadati posko SPMB di Kantor Dinas Pendidikan setempat untuk memastikan kelancaran pendaftaran anak-anak mereka.
Sementara itu, di daerah lain seperti Jawa Barat dan Tangerang Selatan, proses SPMB juga berlangsung serentak. Di Jawa Barat, masa daftar ulang SPMB tahap 1 khusus jalur prestasi dan mutasi telah dimulai sejak 26 Juni hingga 29 Juni 2026. Bagi peserta yang belum lolos, masih ada kesempatan mendaftar pada tahap kedua yang membuka jalur domisili dan afirmasi mulai 30 Juni hingga 6 Juli 2026.
Di Tangerang Selatan, pengumuman hasil SPMB SMP Negeri jalur domisili dijadwalkan pada Jumat (26/6) malam pukul 21.00 WIB melalui situs resmi. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, mengimbau masyarakat untuk hanya memantau hasil melalui kanal resmi guna menghindari informasi simpang siur dan potensi penipuan. Sistem seleksi jalur domisili berbasis pada jarak koordinat rumah calon peserta didik ke sekolah tujuan yang dihitung secara otomatis, meminimalkan intervensi manual.
Kota Bandung juga tidak ketinggalan. SPMB Kota Bandung jenjang SD dan SMP tahap 2 telah dibuka dan pendaftaran dapat dilakukan hingga 26 Juni 2026. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, mengingatkan orang tua untuk memastikan titik koordinat sesuai Kartu Keluarga agar verifikasi berjalan cepat. Jalur domisili jenjang SD memiliki kuota 80 persen, sementara SMP sebesar 40 persen.
Kembali ke SPMB Kota Bekasi 2026, Disdik Kota Bekasi berharap seluruh proses berjalan lancar dan transparan. Dengan jumlah pendaftar yang mencapai 50 ribu orang, persaingan tentu sangat ketat. Namun, pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan yang adil bagi seluruh anak usia sekolah. Bagi yang belum berhasil di tahap pertama, masih ada peluang di tahap selanjutnya yang akan diumumkan kemudian.
SPMB Kota Bekasi 2026 menjadi momentum penting bagi orang tua dan calon siswa untuk mendapatkan pendidikan terbaik di sekolah negeri. Dengan sistem yang semakin modern dan transparan, diharapkan tidak ada lagi praktik titipan atau kecurangan. Semua bergantung pada data dan sistem yang telah disiapkan. Masyarakat pun diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari Disdik Kota Bekasi agar tidak tertinggal informasi penting.
Demikian liputan langsung dari Kota Bekasi. Pantau terus perkembangan SPMB Kota Bekasi 2026 hanya di kanal berita terpercaya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












