Pembukaan Diklat SPPI: 950 Peserta Koperasi Merah Putih Digembleng di Puslatpur Martapura Selama 45 Hari
Plat Merah – Martapura, Sumselupdate.com – Sebanyak 950 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan resmi memulai Pendidikan dan Latihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Upacara pembukaan digelar di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Martapura, Kabupaten OKU Timur, Rabu (17/6/2026), dipimpin langsung oleh Komandan Puslatpur, Brigjen TNI Polsan Situmorang, SE, MKP, MPhil.
Rangkaian Seleksi Ketat
Para peserta yang dinyatakan lulus seleksi ini berasal dari latar belakang sarjana berbagai disiplin ilmu. Mereka akan menjalani pendidikan dan pelatihan selama 45 hari sebagai bagian dari program nasional yang bertujuan menyiapkan tenaga penggerak pembangunan di tingkat desa dan kawasan nelayan. Proses seleksi meliputi tes administrasi, psikotes, wawancara, dan uji fisik. Dari ribuan pendaftar, hanya 950 orang yang terpilih untuk mengikuti diklat ini.
Fokus Pelatihan: Karakter, Disiplin, dan Kepemimpinan
Dalam sambutannya, Brigjen TNI Polsan Situmorang menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan para peserta. “Selain kemampuan teknis dan karakter, peserta juga dibekali disiplin serta loyalitas untuk mengabdi kepada negara,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pembekalan tersebut menjadi modal penting bagi peserta dalam menjalankan tugas setelah menyelesaikan pendidikan, terutama dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa dan nelayan.
Materi Pelatihan
Kurikulum diklat mencakup berbagai aspek, antara lain:
- Manajemen koperasi dan kelembagaan desa
- Pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal
- Teknik penyuluhan dan komunikasi pembangunan
- Kepemimpinan dan pengambilan keputusan
- Bela negara dan wawasan kebangsaan
- Pelatihan fisik dan baris-berbaris
Seluruh materi dirancang untuk membekali peserta menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan Koperasi Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih di daerah masing-masing.
Jadwal dan Tahapan Diklat
Pelatihan berlangsung selama 45 hari dengan jadwal yang padat. Berikut adalah tahapan utama:
| Minggu | Kegiatan | Output |
|---|---|---|
| 1-2 | Pembentukan karakter, disiplin, dan fisik dasar | Peserta memiliki mental dan fisik prima |
| 3-4 | Materi teknis koperasi dan pemberdayaan | Peserta menguasai manajemen koperasi |
| 5-6 | Simulasi lapangan dan praktik pengelolaan | Peserta mampu menerapkan ilmu |
| 7 | Evaluasi dan wisuda | Peserta siap ditugaskan |
Dampak dan Implikasi Program
Program SPPI KDKMP dan KNMP merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan mencetak tenaga penggerak pembangunan yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan koperasi, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi berbasis desa dan sektor perikanan. Kehadiran 950 sarjana yang tersebar di desa-desa dan kampung nelayan di Sumatera Selatan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Manfaat bagi Masyarakat Desa dan Nelayan
- Peningkatan kualitas pengelolaan koperasi desa yang lebih profesional dan transparan.
- Pemberdayaan ekonomi nelayan melalui pengelolaan hasil laut yang lebih efisien.
- Penciptaan lapangan kerja baru di sektor riil.
- Penguatan ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan.
Brigjen TNI Polsan Situmorang berharap seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah penugasan masing-masing. “Ikuti seluruh rangkaian pendidikan dengan penuh semangat, jaga kesehatan, pelihara kekompakan, dan tunjukkan dedikasi terbaik untuk bangsa dan negara,” tegasnya.
Penutup Naratif
Di bawah terik matahari Martapura, 950 wajah bersemangat mengikuti upacara pembukaan. Mereka adalah para sarjana yang siap mengabdikan diri untuk membangun desa dan kampung nelayan. Dengan bekal ilmu dan karakter yang ditempa selama 45 hari, mereka akan menjadi ujung tombak perubahan dari pusat latihan militer menuju pelosok negeri. Semangat merah putih berkobar di dada setiap peserta, siap menggerakkan roda pembangunan dari desa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












