Sekolah Rakyat Palembang Segera Berdiri di Lahan 6,9 Hektar, Prioritas untuk Keluarga Miskin

Sekolah Rakyat Palembang Segera Berdiri di Lahan 6,9 Hektar, Prioritas untuk Keluarga Miskin

Plat Merah – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat yang akan berdiri di lahan seluas 6,9 hektar di kawasan dekat Lanud Sri Mulyono Herlambang, Kecamatan Sukarami. Sekolah ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin, khususnya kategori Desil 1 dan Desil 2.

Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, Raimon Lauri, menyatakan seluruh persyaratan yang dibutuhkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat telah dipenuhi. Saat ini, proses yang masih berlangsung adalah penyelesaian administrasi berupa pelimpahan aset lahan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang kepada Pemkot Palembang.

“Di lahan seluas 6,9 hektar ini akan dibangun Sekolah Rakyat. Seluruh kriteria yang dibutuhkan sudah dipenuhi. Pembangunan direncanakan dimulai pada Agustus 2026,” ujar Raimon.

Menurut dia, tahapan yang tersisa hanya menunggu penandatanganan dokumen pelimpahan aset. Setelah proses tersebut selesai, pembangunan akan dilanjutkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Jika pelimpahan aset dari Lanud ke Kota Palembang sudah ditandatangani, maka proses selanjutnya ditangani Kementerian PUPR. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Sekolah Rakyat dapat segera terwujud di Palembang,” katanya.

Raimon menjelaskan proyek tersebut saat ini telah memasuki tahap ketiga. Pada Juni hingga Juli 2026 akan dilakukan proses lanjutan menuju pembangunan setelah tahapan lelang diselesaikan oleh Kementerian PUPR. Sekolah Rakyat akan dibangun di kawasan Lanud Sri Mulyono Herlambang, tepatnya di Jalan Anggrek IV, belakang Sekolah Penerbang.

Menurut rencana, pembangunan akan berlangsung sekitar enam bulan setelah proses lelang rampung. “Targetnya setelah lelang selesai pada Agustus, pembangunan berlangsung sekitar enam bulan. Jika sesuai jadwal, pada Desember 2026 Palembang sudah memiliki Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Untuk penerimaan peserta didik, proses seleksi akan dilakukan oleh Kementerian Sosial bekerja sama dengan Pemkot Palembang. Data calon siswa akan mengacu pada rekomendasi Badan Pusat Statistik (BPS) serta instansi terkait lainnya. Prioritas penerimaan diberikan kepada anak-anak dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Selain menyediakan pendidikan gratis, Sekolah Rakyat juga akan dilengkapi fasilitas asrama tanpa biaya bagi peserta didik. Sekolah ini dirancang menampung sekitar 1.000 siswa mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Palembang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup