Istana untuk Anak Sekolah Kembali Digelar, 85 Santri dan 200 Anak Rentan Ikuti Kegiatan Edukatif di Istana

Istana untuk Anak Sekolah Kembali Digelar, 85 Santri dan 200 Anak Rentan Ikuti Kegiatan Edukatif di Istana

PlatMerah.com, Jakarta – Program “Istana untuk Anak Sekolah” kembali digelar di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (30/7/2026). Sebanyak 85 santri dari Pondok Pesantren Darul Amanah, Kendal, Jawa Tengah, bersama sekitar 200 Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) mengikuti rangkaian kegiatan edukatif di lingkungan istana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk membuka Istana Kepresidenan sebagai ruang edukasi bagi generasi muda. Melalui program ini, para peserta diajak mengenal sejarah, nilai-nilai kebangsaan, dan peran istana sebagai simbol negara.

Peserta dari Berbagai Kelompok Anak

Peserta AMPK dalam kegiatan ini terdiri atas perwakilan Forum Anak Nasional dan Forum Anak Daerah, anak jalanan dari keluarga kurang mampu, serta anak-anak dari kelompok rentan lainnya. Turut hadir pula para pemenang Street Child World Cup 2026 di Meksiko.

Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang ini menunjukkan upaya pemerintah untuk menghadirkan program yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan anak Indonesia.

Rangkaian Kegiatan Edukatif

Para peserta mengikuti sesi pemaparan materi, kunjungan berkeliling kawasan Istana, hingga sesi foto bersama. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang membekas dan menginspirasi peserta agar terus semangat belajar dan bermimpi.

Diharapkan, kegiatan ini dapat menumbuhkan karakter generasi penerus bangsa yang mencintai Indonesia.

Sejarah dan Perkembangan Program

Program “Istana untuk Anak Sekolah” pertama kali diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto dan resmi diluncurkan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada 7 April 2026. Sejak diluncurkan, program ini telah menyasar berbagai kelompok pelajar, mulai dari siswa SMP dan SMA reguler, siswa SMA Taruna Nusantara dari kampus Magelang, Cimahi, dan Malang, hingga ratusan pelajar dan mahasiswa dalam kunjungan sebelumnya.

Program ini juga telah melibatkan siswa penyandang disabilitas, menunjukkan komitmen pemerintah pada aspek inklusivitas.

Makna di Balik Program

Presiden Prabowo menegaskan bahwa program ini bertujuan menunjukkan bahwa istana bukan milik penguasa, melainkan milik rakyat. Selain itu, program ini memberi ruang bagi generasi muda untuk melihat langsung tempat-tempat pengambilan keputusan strategis bangsa.

Kunjungan kali ini bukan yang pertama dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, pada Selasa (28/7/2026), program serupa menyambut 204 pelajar dari SMP Islam Arrayaahiin, SMKN 26 Jakarta, dan Komunitas Jakarta Mendunia, dalam rangkaian kunjungan edukatif yang turut mewarnai peringatan Hari Anak Nasional.

Komitmen Pemerintah dan Rencana Perluasan

Kemensetneg menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi komitmen pemerintah untuk menghadirkan istana sebagai ruang edukasi yang terbuka bagi generasi muda. Program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat pelajar untuk siap berkarya, berprestasi, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Rencananya, program ini akan terus diperluas hingga mencakup seluruh delapan Istana Kepresidenan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, tidak hanya di Jakarta.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup