Dari Kampus ke Dunia: 8 Mahasiswa Indonesia Berangkat Jadi Relawan Internasional Lewat AIESEC

Dari Kampus ke Dunia: 8 Mahasiswa Indonesia Berangkat Jadi Relawan Internasional Lewat AIESEC

Latar Belakang Program Global Volunteer AIESEC

Plat Merah – AIESEC, organisasi pemuda non-profit terbesar di dunia, kembali membuka jalan bagi generasi muda Indonesia untuk berkontribusi dalam upaya global. Program Global Volunteer yang digalakkan AIESEC sejak 1948 telah mengirimkan ribuan relawan muda dari 140 negara untuk bersama-sama mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB. Tahun 2026 ini, delapan mahasiswa Indonesia terpilih menjadi delegasi Asia Tenggara, menjalani misi kemanusiaan di tiga negara dengan pendekatan proyek berbasis SDGs.

Daftar Mahasiswa dan Proyek Sosialnya

NamaInstitusiProyekNegara TujuanSDGs yang Dikaitkan
Lutfia Syabitha MirzaUniversitas SriwijayaOn The MapVietnamSDGs 8: Kerja Layan Layak
Safa KhairanaUniversitas SriwijayaGlobal ClassroomIndiaSDGs 4: Pendidikan Berkualitas
Vierlya Nabilah GhinaSTIS Al Wafa BogorGlobal ClassroomSri LankaSDGs 4: Pendidikan Berkualitas
M. Iqbal Gia PratamaUniversitas SriwijayaHeartbeatVietnamSDGs 3: Kesehatan
Mochamad Ergi Fawaza SidiqUniversitas SriwijayaHeartbeatVietnamSDGs 3: Kesehatan
Sarah Alya NurfadhilahUniversitas SriwijayaHeartbeatVietnamSDGs 3: Kesehatan
Annisa Syakira RamadhaniUniversitas SriwijayaHeartbeatVietnamSDGs 3: Kesehatan
Yason Efraim PoliiUniversitas SriwijayaHeartbeatVietnamSDGs 3: Kesehatan

Seleksi dan Persiapan Intensif

Proses seleksi Global Volunteer AIESEC sangat ketat, melibatkan tiga tahap: pendaftaran, wawancara kompetensi, dan matching process berdasarkan minat serta kompetensi teknis. Seluruh peserta yang terpilih wajib mengikuti Outgoing Preparation Seminar (OPS) selama 5 hari. OPS mencakup pelatihan budaya negara tujuan, pengembangan soft skill, serta simulasi tugas lapangan. “Proses ini tidak hanya mempersiapkan mereka secara profesional, tetapi juga membangun mentalitas kolaboratif,” kata Aisyah Ghaidah, wakil ketua program.

Kronologi Perjalanan Relawan

  • Januari 2026: Pendaftaran program Global Volunteer AIESEC dibuka secara nasional.
  • Februari-Maret 2026: Tahap seleksi dan wawancara intensif.
  • April 2026: Pengumuman nama-nama peserta yang lolos.
  • Mei 2026: Seluruh peserta mengikuti Outgoing Preparation Seminar (OPS).
  • Juni 2026: Seremoni pelepasan oleh AIESEC dan komunitas perguruan tinggi.
  • Juli 2026: Keberangkatan ke negara tujuan sesuai jadwal.

Dampak Nyata dan Implikasi Global

Proyek Heartbeat yang dijalani enam dari delapan relawan di Vietnam fokus pada edukasi kesehatan masyarakat melalui kampanye pencegahan penyakit jantung dan diabetes. Sementara itu, proyek Global Classroom di India dan Sri Lanka bertujuan memberdayakan anak-anak dari keluarga kurang mampu lewat akses edukasi digital. “Ini adalah kesempatan luar biasa untuk mengubah cara pandang dunia, sekaligus belajar mengenai tantangan sosial di berbagai budaya,” ujar Neville Marcello, Outreach Team Leader AIESEC.

Antusiasme dari Generasi Muda

Meskipun Vietnam menjadi tujuan terbesar dengan empat proyek, mahasiswa Indonesia tidak memandang jarak sebagai penghalang. “Saya ingin mengambil bagian dalam pemberdayaan ekonomi lokal masyarakat Vietnam, terutama di daerah pedesaan,” tutur Sarah Alya Nurfadhilah, mahasiswa kedokteran gigi yang terpilih untuk proyek Heartbeat. Sementara itu, Vierlya Nabilah Ghina, peserta proyek Global Classroom di Sri Lanka, mengungkapkan hasratnya untuk mengembangkan kurikulum berbasis teknologi untuk siswa daerah pedalaman.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Program ini juga menunjukkan potensi besar AIESEC dalam membangun ekosistem pemuda Indonesia yang siap berkontribusi di kancah global. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi kesiapan finansial, adaptasi budaya di lapangan, serta koordinasi lintas negara. Shafira Ramadhani Afsari, kepala tim pengalaman pelanggan AIESEC, mengimbau agar pemerintah dan komunitas pendidikan mendukung program ini dengan memberikan insentif dan kolaborasi strategis.

Implikasi bagi Pendidikan Tinggi

Keterlibatan mahasiswa dalam proyek internasional semacam ini mendorong perguruan tinggi untuk merancang program studi yang lebih terintegrasi dengan praktik lapangan. Dengan mengembangkan kurikulum berbasis SDGs, Indonesia dapat mencetak lulusan yang lebih tangguh dan berwawasan global.

Peluncuran program Global Volunteer AIESEC 2026 ini tidak hanya menjadi langkah maju bagi generasi muda, tetapi juga menunjukkan kepercayaan pihak internasional terhadap potensi Indonesia di era keterbukaan global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup