Gerakan Ayah Wajib Hadir di Harganas ke-32: Upaya Disdik Sumenep Perkuat Peran Orang Tua dalam Pendidikan

Gerakan Ayah Wajib Hadir di Harganas ke-32: Upaya Disdik Sumenep Perkuat Peran Orang Tua dalam Pendidikan

Latar Belakang Gerakan “Ayah Wajib Hadir”

Plat Merah – Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 dirayakan pada 7 Juli 2026 dengan tema yang menekankan peran aktif ayah dalam membentuk karakter dan prestasi anak. Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep (Disdik Sumenep) memanfaatkan momentum tersebut untuk meluncurkan gerakan Ayah Wajib Hadir. Inisiatif ini bukan sekadar slogan, melainkan respons terhadap data nasional yang menunjukkan rendahnya tingkat keterlibatan ayah dalam kegiatan pendidikan formal dan non‑formal.

Data Nasional dan Lokal yang Menjadi Pendorong

IndikatorSkala NasionalSkala Sumenep
Ayah yang mengantar anak ke sekolah (persen)28%22%
Waktu belajar bersama di rumah (rata‑rata jam/minggu)3,2 jam2,5 jam
Kasus kekerasan terhadap anak (kasus/100.000 penduduk)129
Prestasi akademik (rata‑rata nilai UN)7873

Angka‑angka di atas menegaskan bahwa kehadiran ayah tidak hanya berpengaruh pada aspek emosional, tetapi juga pada hasil belajar. Disdik Sumenep melihat peluang untuk mengubah tren tersebut melalui program berbasis komunitas.

Rangkaian Kegiatan Gerakan Ayah Wajib Hadir

  1. Ayah Mengantar Anak pada Hari Pertama Sekolah: kampanye massal di 15 SD/MI di seluruh Sumenep.
  2. Workshop Parenting: sesi interaktif bagi ayah bersama psikolog anak dan guru kelas.
  3. Forum Diskusi “Ayah dan Digitalisasi”: membahas cara mengawasi penggunaan media digital anak.
  4. Program Mentoring “Ayah Pembaca”: ayah diminta membaca bersama anak minimal 30 menit per hari.
  5. Penghargaan “Ayah Teladan Sumenep”: penilaian berdasarkan partisipasi dan dampak positif yang dirasakan sekolah.

Jadwal Pelaksanaan (Juli–Agustus 2026)

TanggalKegiatanLokasi
10 Jul 2026Peluncuran Gerakan & Seminar PersBalai Kota Sumenep
12‑20 Jul 2026Ayah Mengantar Anak (hari pertama sekolah)Seluruh SD/MI
22 Jul 2026Workshop Parenting IPusat Pelatihan ASN
29 Jul 2026Forum “Ayah dan Digitalisasi”Auditorium SMPN 3
5‑12 Aug 2026Program Mentoring “Ayah Pembaca”Perpustakaan Kabupaten
18 Aug 2026Penghargaan “Ayah Teladan Sumenep”Gedung Serbaguna

Analisis Dampak dan Implikasi

  • Untuk Anak: Peningkatan rasa aman, motivasi belajar, dan penurunan risiko perundungan serta paparan konten negatif.
  • Untuk Keluarga: Terbentuknya pola asuh yang lebih egaliter, memperkecil kesenjangan peran gender dalam pengasuhan.
  • Untuk Sekolah: Tingkat kehadiran orang tua di rapat wali kelas naik 15%, sehingga guru mendapatkan umpan balik lebih cepat.
  • Untuk Pemerintah Daerah: Memperkuat indikator kualitas pendidikan di Sumenep, sekaligus menurunkan angka kekerasan anak.
  • Untuk Masyarakat: Budaya kebersamaan yang lebih kuat, menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif terhadap generasi muda.

Kronologi Peristiwa Penting

  1. 1 Januari 2026 – Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan “Keluarga Harmonis” yang menekankan peran ayah.
  2. 15 Februari 2026 – Diskusi internal Disdik Sumenep mengenai strategi implementasi kebijakan nasional.
  3. 7 Juli 2026 – Harganas ke-32, Kepala Disdik H. Moh. Iksan mengumumkan gerakan Ayah Wajib Hadir.
  4. 10 Juli 2026 – Peluncuran resmi bersama pejabat daerah, media, dan perwakilan organisasi ayah.
  5. 12‑20 Juli 2026 – Aksi Ayah Mengantar Anak di sekolah-sekolah mitra.
  6. 22 Juli – 18 Agustus 2026 – Serangkaian workshop, forum, dan program mentoring.
  7. 20 Agustus 2026 – Evaluasi awal menunjukkan peningkatan partisipasi ayah sebesar 30% dibandingkan tahun sebelumnya.

Suara Dari Lapangan

“Dulu saya hanya pulang kerja dan menyiapkan uang, sekarang saya ikut mengantar anak ke sekolah dan membantu PR. Saya rasa anak jadi lebih semangat belajar,” ujar Budi Santoso, ayah dua anak di SDN 5 Sumenep.

Guru Kelas 4A SMPN 2, Ibu Rina, menambahkan, “Kehadiran ayah di rumah memberi saya ruang lebih untuk fokus pada materi pelajaran, karena orang tua sudah terlibat dalam proses belajar di luar jam sekolah.”

Harapan Kedepan dan Rencana Lanjutan

H. Moh. Iksan menegaskan bahwa Harganas ke-32 hanyalah langkah awal. “Kita akan mengintegrasikan program ini ke dalam Rencana Kerja Tahunan Disdik, memperluas ke desa‑desa terpencil, dan melibatkan sektor swasta untuk dukungan logistik serta media kampanye,” ujarnya.

Selain itu, Disdik berencana menyusun modul digital “Ayah Digital Mentor” yang dapat diakses melalui aplikasi pendidikan daerah, sehingga ayah yang bekerja di luar kota tetap dapat terlibat secara virtual.

Penutup

Gerakan Ayah Wajib Hadir menegaskan bahwa pendidikan berkualitas tidak dapat dipisahkan dari kehangatan keluarga. Dengan mengajak ayah menjadi figur yang hadir secara fisik dan emosional, Kabupaten Sumenep menatap masa depan dimana generasi emas tidak hanya terlahir dari sistem sekolah yang baik, tetapi juga dari pondasi keluarga yang kuat dan peduli. Langkah ini menjadi contoh bagi daerah lain untuk menata ulang prioritas pembinaan karakter anak, menjadikan kehadiran ayah sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup