Balai Bahasa Lampung Gelar Final Festival Musikalisasi Puisi: Kreativitas Siswa Berpadu dengan Seni dan Sastra

Balai Bahasa Lampung Gelar Final Festival Musikalisasi Puisi: Kreativitas Siswa Berpadu dengan Seni dan Sastra

Kompetisi Budaya yang Membentuk Generasi Kreatif

Plat Merah – Pada 13 Juli 2026, Auditorium RRI Bandar Lampung menjadi saksi keindahan pertemuan antara puisi dan musik dalam Final Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SMA Sederajat Se-Provinsi Lampung. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Propinsi Lampung (BBPL) ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pengembangan potensi siswa dalam memadukan sastra dengan seni musik. Dengan mengusung tema “Seni Nada dan Kata untuk Bangsa”, acara ini menghadirkan 10 finalis terbaik dari 30 sekolah yang mendaftar sejak bulan Mei 2026.

Proses Seleksi yang Membentuk Kreativitas

Seleksi peserta berlangsung melalui dua tahap utama. Pada 10-14 Juni 2026, setiap sekolah mengunggah dua video karya musikalisasi puisi di kanal YouTube masing-masing. Tim juri melakukan evaluasi berdasarkan kriteria interpretasi puisi, kreativitas aransemen, kualitas teknis, dan penyajian artistik. Sepuluh tim terbaik kemudian bersaing di babak final, di mana mereka menampilkan dua puisi secara langsung di hadapan dewan juri.

No.Nama SekolahWilayah
1SMA Islam KebumenBandar Lampung
2SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan MetroMetro
3SMA Perintis 2 Bandar LampungBandar Lampung
4SMA Xaverius Bandar LampungBandar Lampung
5SMA BPK Penabur Bandar LampungBandar Lampung
6SMAN 1 SumberjayaTanggamus
7SMAN 2 Bandar LampungBandar Lampung
8SMAN 14 Bandar LampungBandar Lampung
9SMAN 15 Bandar LampungBandar Lampung
10SMAS Al Kautsar Bandar LampungBandar Lampung

Hikmat Budi Luhur dan Pesan Mendalam

Dalam sambutannya, Kepala BBPL Drs. Muhammad Muis, M. Hum., menekankan pentingnya kegiatan ini dalam membangun karakter generasi muda. “Puisi adalah cerminan jiwa bangsa. Dengan musikalisasi, kita tidak hanya menghargai sastra, tetapi juga mengajarkan siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan empati terhadap sesama,” ujarnya. Pesan tersebut direspons oleh para peserta yang menampilkan karya dengan interpretasi mendalam. Dari alunan gitar akustik hingga harmoni vokal yang merdu, setiap penampilan mencerminkan keunikan budaya daerah dan nilai-nilai universal.

Kemampuan Multiplatform yang Diuji

Penilaian dilakukan oleh tiga juri profesional: Inggit Putria Marga (penulis puisi), Edythia Rio Wirawan (komposer musik), dan Bian Pamungkas (pembawa acara seni). Mereka menilai aspek teknis, kreativitas, dan kemampuan ekspresi. Seperti dikatakan oleh salah satu juri, “Kita melihat bagaimana para siswa mampu beradaptasi dengan berbagai platform, dari digital hingga pertunjukan langsung. Ini menunjukkan kesiapan mereka menghadapi era digital yang terus berkembang.”

Para Pemenang dan Pesan Inspiratif

Setelah proses penilaian yang ketat, lima sekolah terbaik terpilih sebagai pemenang:

  • 1. SMAS Al Kautsar Bandar Lampung
  • 2. SMAN 1 Sumberjaya
  • 3. SMAN 2 Bandar Lampung
  • 4. SMAN 14 Bandar Lampung
  • 5. SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro

Kasubbag Umum BBPL, Rima Ulfayanti, M.H., menuturkan, “Selamat kepada para pemenang atas prestasi yang diraih. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menampilkan karya terbaiknya. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memupuk semangat seni dan sastra di kalangan pelajar.”

Implikasi untuk Pendidikan dan Industri Kreatif

Festival ini memiliki dampak signifikan pada dunia pendidikan dan industri kreatif. Dalam konteks pendidikan, kegiatan ini memperkaya kurikulum seni dan sastra, mendorong siswa untuk mengeksplorasi bakat mereka di luar akademik. Bagi industri kreatif, kehadiran generasi muda yang kreatif dan inovatif menjadi modal penting untuk pengembangan ekonomi kreatif di Provinsi Lampung.

Kronologi Kegiatan

  • 10-14 Juni 2026: Babak penyisihan melalui video YouTube
  • 13 Juli 2026: Final Festival di Auditorium RRI Bandar Lampung
  • Selesai: Pengumuman pemenang dan penutupan acara

Dengan menggabungkan tradisi lisan dengan inovasi teknologi, Festival Musikalisasi Puisi menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan dapat menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan. Karya-karya yang lahir dari kompetisi ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan berkontribusi pada budaya bangsa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup