Hari Pertama Masuk Sekolah 2026: Ayah Antusias Antar Anak, MPLS Tanpa Perpeloncoan

Hari Pertama Masuk Sekolah 2026: Ayah Antusias Antar Anak, MPLS Tanpa Perpeloncoan

Plat MerahJakarta, 13 Juli 2026 – Suasana berbeda terasa di halaman berbagai sekolah di Indonesia pada Senin (13/7/2026) pagi. Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027 tidak hanya diwarnai antusiasme para siswa, tetapi juga kehadiran para ayah yang rela meluangkan waktu untuk mengantar buah hati mereka. Gerakan yang digagas oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN ini tampak nyata di sejumlah daerah, mulai dari Jakarta, Tangerang Selatan, Bandar Lampung, hingga Surabaya.

“Kebetulan ini MPLS anak pertama saya. Selama tidak mengganggu pekerjaan, Alhamdulillah saya diizinkan,” ujar Fathoni, salah seorang ayah yang mengantar anaknya di Surabaya. Banyak ayah datang dengan seragam dinas, bahkan ada yang mengambil cuti atau izin setengah hari demi mendampingi anak di hari pertama masuk sekolah. Momen kebersamaan ini pun membanjiri media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan WhatsApp, di mana para ayah berpose di depan rumah atau di gerbang sekolah.

Hari pertama masuk sekolah bukan sekadar rutinitas fisik, melainkan momentum penting bagi ayah untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan. Fadli (34), seorang Komandan Regu di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, memanfaatkan waktu mengantar anak tunggalnya, Sekar (7), yang baru masuk kelas 1 SD, untuk memberikan wejangan. “Saya bicara soal keberanian dan kejujuran, agar dia tidak takut menghadapi lingkungan baru,” katanya. Setiap ayah memiliki strategi unik, mulai dari diskusi di mobil, percakapan malam hari, hingga evaluasi saat menjemput pulang.

Di sisi lain, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengatur pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) melalui Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Aturan ini melarang segala bentuk perpeloncoan dan mewajibkan kegiatan yang bersifat edukatif. Sekolah yang melanggar dapat dikenakan sanksi penghentian kegiatan hingga administratif. Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga membuka layanan WhatsApp Call Centre untuk melaporkan dugaan pelanggaran MPLS.

Para orang tua memiliki peran krusial dalam membantu anak beradaptasi. Menurut psikolog pendidikan, mengunjungi sekolah sebelum hari H, membacakan buku tentang sekolah, mengantar langsung, dan mendiskusikan perasaan anak adalah langkah efektif. “Dukungan sederhana seperti mendampingi dan mendengarkan cerita anak dapat membangun rasa aman dan percaya diri,” jelas Heather O’Connor, guru di Connecticut. Tak ketinggalan, para artis juga ikut membagikan momen mengantar anak di media sosial, menunjukkan bahwa antusiasme hari pertama masuk sekolah dirasakan semua kalangan.

Hari pertama masuk sekolah tahun ini menjadi bukti sinergi antara peran orang tua, khususnya ayah, dengan kebijakan pendidikan yang humanis. Dengan dukungan penuh dari keluarga dan aturan MPLS yang ketat, anak-anak diharapkan dapat memulai tahun ajaran baru dengan semangat dan tanpa tekanan. Kesuksesan adaptasi anak di hari pertama masuk sekolah sangat bergantung pada keterlibatan aktif orang tua serta lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup