SDN Totosan III Gelar Pameran Literasi Ramah Anak pada Agenda MPLS, Dorong Budaya Baca Sejak Dini
Latar Belakang dan Tujuan Pameran Literasi
Plat Merah – Di tengah upaya nasional meningkatkan kualitas literasi sejak usia dini, SDN Totosan III yang berada di Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, mengambil inisiatif konkret dengan menyelenggarakan Pameran Literasi pada agenda Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program Perpustakaan Ramah Anak Nasional (PRAN) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Direktorat Jenderal Perpustakaan Nasional. Tujuan utama pameran adalah menumbuhkan minat baca melalui pengalaman interaktif, sekaligus memberi gambaran nyata tentang koleksi buku terbaru yang relevan dengan kurikulum kelas 2 hingga kelas 6.
Kronologi Kegiatan
Berikut rangkaian acara secara berurutan:
| Hari | Kegiatan |
|---|---|
| 16 Juli 2026 | Pembukaan oleh Kepala Sekolah, pemaparan program PRAN oleh Pustakawan Dinas, penataan pameran buku |
| 17 Juli 2026 | Sesi membaca mandiri, workshop kreatif “Buku dan Cerita”, evaluasi kepuasan peserta |
Isi dan Bentuk Pameran
Pameran menampilkan lebih dari 250 judul buku yang dipilih berdasarkan tiga kriteria utama: relevansi kurikulum, tingkat kesesuaian usia, dan nilai edukatif. Buku-buku tersebut dikelompokkan dalam empat zona tematik, yang masing‑masing dirancang untuk mengundang rasa ingin tahu anak‑anak.
- Zona Petualangan: Cerita fiksi tentang eksplorasi alam dan luar angkasa.
- Zona Pengetahuan: Buku non‑fiksi mengenai sains, teknologi, dan sejarah Indonesia.
- Zona Budaya: Kumpulan cerita rakyat, puisi, dan karya sastra anak dari berbagai daerah.
- Zona Kreatif: Buku mewarnai, activity book, serta panduan kerajinan tangan.
Setiap zona dilengkapi dengan sudut membaca yang dilengkapi kursi ergonomis, pencahayaan alami, serta panel interaktif yang memungkinkan siswa menelusuri isi buku melalui audio‑visual mini.
Peran Pustakawan dan Dinas Perpustakaan
Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep, Eko Wahyudi, memandu sesi sosialisasi PRAN. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan pustakawan dalam menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan. Salah satu strategi yang dipaparkan adalah Reading Circle, yaitu kelompok membaca yang dibimbing oleh guru atau pustakawan, yang kemudian diikuti dengan diskusi singkat untuk memperdalam pemahaman.
Dampak dan Implikasi bagi Komunitas Sekolah
Beberapa dampak yang diharapkan meliputi:
- Peningkatan indeks minat baca siswa kelas 2‑6 sebesar 15‑20% dalam tiga bulan pertama setelah pameran, berdasarkan survei pra‑ dan pasca‑kegiatan.
- Penguatan peran perpustakaan sekolah sebagai pusat kegiatan belajar yang menyenangkan, bukan sekadar tempat penyimpanan buku.
- Peningkatan kerja sama antara sekolah dan Dinas Perpustakaan, yang dapat menghasilkan program literasi berkelanjutan seperti kunjungan penulis atau lomba menulis cerita pendek.
- Pengaruh positif terhadap prestasi akademik, khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam, dimana literasi menjadi faktor pendukung utama.
Implikasi jangka panjang mencakup pembentukan generasi yang lebih kritis, kreatif, dan mampu bersaing di era informasi. Dengan menanamkan kebiasaan membaca sejak dini, anak‑anak Sumenep berpotensi menjadi pembaca aktif yang nantinya dapat mengakses sumber belajar digital maupun konvensional secara mandiri.
Reaksi Siswa, Guru, dan Orang Tua
Siswa kelas 2 hingga kelas 6 menunjukkan antusiasme tinggi. Seorang murid kelas 4, Rina, mengungkapkan, “Aku suka buku tentang luar angkasa, jadi aku mau jadi astronot nanti”. Guru kelas 5, Ibu Siti, menilai, “Pameran ini memberi bahan ajar yang segar, sekaligus memudahkan saya mengintegrasikan literasi ke dalam pelajaran harian”. Orang tua pun menyatakan dukungan kuat; salah satu orang tua mengirimkan pesan singkat kepada kepala sekolah, menyatakan keinginan agar acara serupa diadakan setiap tahun.
Langkah Selanjutnya dan Rencana Keberlanjutan
Setelah pameran berakhir pada 17 Juli 2026, SDN Totosan III berencana mengimplementasikan beberapa program lanjutan:
- Club Membaca Bulanan: Pertemuan rutin setiap akhir pekan untuk membaca bersama dan berdiskusi.
- Program Tukar Buku: Sistem pertukaran buku antar‑kelas yang mendorong siswa untuk menyumbangkan dan memperoleh buku baru secara gratis.
- Kolaborasi dengan Penulis Lokal: Mengundang penulis dari Sumenep dan sekitarnya untuk mengadakan sesi menulis dan membaca secara interaktif.
- Peningkatan Digitalisasi: Mengintegrasikan e‑book dan platform literasi digital yang dapat diakses dari rumah.
Semua inisiatif ini diharapkan dapat memperpanjang efek positif pameran, menjadikan literasi bagian tak terpisahkan dari budaya sekolah.
Penutup
Dengan menggabungkan kebijakan nasional, dukungan daerah, dan kreativitas lokal, SDN Totosan III telah menunjukkan contoh konkret bagaimana sekolah dapat menjadi pionir dalam memajukan literasi anak. Pameran Literasi yang digelar pada agenda MPLS tidak hanya sekadar menampilkan buku, melainkan menanamkan kebiasaan membaca yang akan mengiringi anak‑anak Sumenep sepanjang hayat mereka, menjadikan membaca bukan beban melainkan kegembiraan yang terus berkembang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













