Driver ojol regulasi: Perjuangkan Tarif Lebih Baik Daripada Nadiem
Plat Merah – Driver ojol lebih baik kawal regulasi potongan biaya layanan ketimbang Nadiem [titlebase] menjadi sorotan utama dalam dinamika politik transportasi daring di Indonesia. Pengemudi ojek online yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan kini menegaskan bahwa energi kolektif mereka harus diarahkan pada upaya mengawal regulasi tarif yang adil, bukan pada pembelaan pribadi mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim yang tengah menghadapi dakwaan korupsi.
Pengamat kebijakan publik Yanuar Winarko menilai solidaritas sebagian komunitas driver yang hadir di ruang sidang Tipikor Jakarta sebagai langkah yang keliru. Ia menekankan, “Driver ojol lebih baik kawal regulasi potongan biaya layanan ketimbang Nadiem [titlebase] karena perjuangan mereka berkaitan langsung dengan kesejahteraan ribuan keluarga,” ujar Yanuar dalam wawancara di Jakarta pada 23 Mei 2026. Menurutnya, hubungan antara aplikasi dan mitra driver selama ini bersifat asimetris, dengan sebagian besar beban operasional ditanggung oleh para pengemudi.
Sejak Presiden Prabowo Subianto menandatangani Peraturan Presiden No. 27/2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online, pembagian pendapatan telah diubah menjadi minimal 92 persen untuk driver dan maksimal 8 persen untuk aplikator. Kebijakan ini menanggapi keluhan panjang mengenai potongan layanan yang sebelumnya mencapai 20 persen. Namun, implementasinya masih memerlukan pengawasan ketat agar tidak terjadi manipulasi tarif siluman.
Berikut beberapa tuntutan utama yang disuarakan oleh asosiasi driver di seluruh Indonesia:
- Mengamankan komitmen minimal 92 persen bagi driver dalam setiap transaksi layanan.
- Mendorong legislasi Undang-Undang Kemitraan yang mengakui status hukum driver sebagai pekerja dengan hak-hak ketenagakerjaan yang jelas.
- Meminta subsidi operasional riil, seperti kuota internet khusus dan asuransi kendaraan, dari aplikator.
- Menuntut transparansi dalam penetapan tarif konsumen agar tidak menurunkan volume order.
Ekonom Rumayya Batubara dari Universitas Airlangga menambahkan bahwa penurunan komisi aplikator tidak otomatis meningkatkan pendapatan driver. “Jika tarif konsumen naik, potensi penurunan order dapat menggerus pendapatan driver,” ujarnya. Oleh karena itu, regulasi tarif harus bersifat holistik, menggabungkan aspek keseimbangan antara pendapatan driver, tarif konsumen, dan profitabilitas aplikator.
Selain itu, Yanuar Winarko menyoroti implikasi kebijakan pengadaan Chromebook yang dipimpin Nadiem, yang menurutnya membuka celah kedaulatan data digital Indonesia. Ia berpendapat bahwa energi driver seharusnya difokuskan pada isu-isu struktural seperti perlindungan tenaga kerja, bukan pada pembelaan tokoh politik yang terlibat dalam skandal korupsi.
Pengemudi Gojek dan Grab yang mengenakan jaket hijau khas mereka di ruang sidang menandakan adanya fragmentasi dalam gerakan kolektif. Meski begitu, banyak driver yang kini mengalihkan fokus mereka ke agenda regulasi, menyadari bahwa perubahan kebijakan dapat memberi dampak jangka panjang yang lebih signifikan dibandingkan dukungan simbolis kepada Nadiem.
Dengan tekanan publik dan intervensi presiden, aplikasi ride‑hailing kini berada pada titik kritis. Mereka harus menyesuaikan model bisnis agar tetap kompetitif tanpa mengorbankan kesejahteraan mitra driver. Jika regulasi tarif berhasil ditegakkan, diharapkan tercipta ekosistem yang lebih adil, meningkatkan kepuasan pengguna, dan memperkuat posisi tawar driver di pasar.
Kesimpulannya, driver ojol lebih baik kawal regulasi potongan biaya layanan ketimbang Nadiem [titlebase] karena hal tersebut menyangkut hak‑hak dasar mereka sebagai pekerja. Gerakan ini menuntut kebijakan yang transparan, perlindungan hukum yang kuat, dan dukungan nyata dari pemerintah serta pemangku kepentingan industri. Hanya dengan mengarahkan energi kolektif pada regulasi tarif yang adil, masa depan transportasi daring di Indonesia dapat menjadi lebih berkelanjutan dan inklusif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









