Jubir Gerindra Minta Dino Tetap Kritis Pemerintah Demi Demokrasi: Tidak Ada Etika
Plat Merah – Jubir Gerindra, Habiburokhman, menilai kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, terhadap pemerintah tidak konstruktif dan tidak didasarkan pada informasi yang akurat. "Kritik beliau tidak produktif karena tidak berbasis info yang akurat. Bahkan ada tendensi kritik beliau sebagai serangan politik yang membabi buta dan sekadar mengolok-olok pemerintahan Pak Prabowo," kata Habiburokhman. Menurutnya, kritik yang disampaikan Dino cenderung bernuansa serangan politik dan tidak menunjukkan sikap yang elegan seperti yang diharapkan dari seorang mantan pejabat pemerintah. Habiburokhman juga menilai usulan Dino agar Presiden Prabowo lebih banyak menerima kunjungan pemimpin negara lain ke Indonesia dibandingkan melakukan lawatan ke luar negeri tidak tepat. "Situasi global yang penuh ketidakpastian menuntut kepala negara untuk aktif melakukan diplomasi secara langsung," jelas Habiburokhman. Ia mencontohkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang melakukan kunjungan ke China demi memperjuangkan kepentingan negaranya. Habiburokhman juga menilai seharusnya etika sebagai mantan pejabat pemerintah harus lebih baik dibandingkan kritik LSM. "Maka dari itu, saya juga mengkritik balik. Ini kan negara demokrasi, dia billing negara demokrasi dia mengkritik, ya saya mengkritik balik beliau," kata Habiburokhman. Ia juga mencontohkan budaya yang ada di Komisi III DPR di mana ketua terdahulu tidak pernah menyerang Ketua Komisi III secara terbuka dan brutal. Habiburokhman menilai bahwa Dino Patti Djalal tidak memiliki etika sebagai mantan pejabat pemerintah dan tidak menunjukkan sikap yang elegan dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah. "Nanti dulu ditanya, zamannya Pak Dino sehebat apa sih? Kok sekarang menjadi orang yang sok paling Kemlu gitu loh. Sok paling Kemlu sendiri sedunia, gitu kan ya. Nanti publik akan bertanya seperti ini juga," sambungnya. Menurut Habiburokhman, kritik yang disampaikan Dino tidak konstruktif dan tidak didasarkan pada informasi yang akurat. Ia juga menilai bahwa Dino Patti Djalal tidak memiliki etika sebagai mantan pejabat pemerintah dan tidak menunjukkan sikap yang elegan dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












