G7 2026: Trump Umumkan Fase Kedua Kesepakatan Iran, Zelenskyy Bergabung dalam Pembahasan Ukraina
Plat Merah – KTT G7 di Évian, Prancis, menjadi saksi momen bersejarah ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah memasuki fase kedua. Dalam pertemuan bilateral dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, Trump menyatakan bahwa fase baru ini akan ‘lebih mudah’ dan menegaskan bahwa AS tidak akan menginvestasikan dana apa pun ke Iran. ‘Kesepakatan sudah selesai, dan akan berlanjut ke fase kedua. Saya yakin ini akan lebih mudah,’ ujar Trump kepada para wartawan di sela-sela KTT.
Kesepakatan yang ditandatangani secara virtual pada awal pekan ini masih diselimuti misteri, karena teks perjanjian belum dipublikasikan. Wakil Presiden JD Vance mengonfirmasi kepada NBC News bahwa dokumen tersebut baru akan dirilis pada Jumat mendatang. Namun, dampak kesepakatan sudah terasa di pasar global: harga minyak turun drastis dan indeks saham melonjak karena prospek dibukanya kembali Selat Hormuz, jalur perdagangan vital yang sempat lumpuh akibat perang. Meski demikian, para pemimpin industri memperingatkan bahwa butuh waktu berminggu-minggu untuk memulihkan lalu lintas kapal secara penuh, karena keraguan masih menyelimuti kelangsungan jangka panjang perjanjian.
Dalam live update yang kami pantau langsung dari Évian, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bergabung dalam sesi pembahasan pagi ini setelah Trump menyatakan harapan untuk kemajuan dalam mengakhiri perang Rusia-Ukraina. ‘Sekarang setelah urusan Iran selesai, kami akan fokus pada itu,’ kata Trump menjelang KTT. Pembicaraan damai Ukraina telah mandek selama berbulan-bulan, sementara serangan udara intensif terus berlangsung di kedua sisi. Sesi kerja G7 tentang Ukraina telah berakhir, dan Trump dijadwalkan bertemu dengan Emir Qatar.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa pengakhiran perang AS-Iran juga mencakup penghentian ‘pendudukan’ Israel di wilayah Lebanon. ‘Tanpa penarikan pasukan Israel dari wilayah yang diduduki selama perang ini, perang tidak akan sepenuhnya berakhir,’ kata Araghchi, seperti dilansir IRNA. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan sehari sebelumnya bahwa pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon ‘selama diperlukan,’ sebuah pernyataan yang tampaknya bertentangan dengan komentar Araghchi. Araghchi memperingatkan bahwa tindakan militer Israel terhadap Lebanon atau pendudukan wilayah apa pun selanjutnya akan dianggap sebagai pelanggaran nota kesepahaman.
KTT G7 tahun ini dihadiri oleh para pemimpin negara anggota—Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, AS, dan Uni Eropa—serta sejumlah negara mitra seperti India, Brasil, Kenya, Korea Selatan, dan China. Perdana Menteri India Narendra Modi tiba di Jenewa pada Selasa dan disambut oleh Presiden Swiss Guy Parmelin, sebelum melanjutkan perjalanan ke Évian. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, dalam pidato pertamanya di G7, menyambut baik kesepakatan Iran dan menyerukan inisiatif penimbunan bersama mineral kritis G7. Ia juga menekankan pentingnya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka dan mencegah pengembangan senjata nuklir Iran.
Sementara itu, di tengah hingar-bingar diplomasi, dunia olahraga juga menyajikan live streaming yang menarik: BBC menayangkan acara pencukuran domba langsung dari sebuah peternakan di Dorset, Inggris. Namun, live coverage utama tetap tertuju pada perkembangan politik di Évian. Indonesia menyambut baik perjanjian damai AS-Iran, menyebutnya sebagai perkembangan positif untuk stabilitas kawasan. Kementerian Luar Negeri Indonesia menyerukan semua pihak untuk terus menahan diri dan menghormati komitmen deeskalasi. Irak juga menyambut rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, yang sangat vital bagi ekspor minyaknya.
Di tengah optimisme, masih ada ketidakpastian. Militer Lebanon telah menyarankan warga yang mengungsi untuk menunda kembali ke desa-desa di Lebanon selatan, karena potensi pelanggaran Israel. Live update dari berbagai sumber menunjukkan bahwa situasi di lapangan masih rapuh, dan implementasi kesepakatan akan menjadi ujian sesungguhnya. Kesimpulannya, KTT G7 2026 menjadi panggung bagi diplomasi intensif, dengan harapan baru untuk perdamaian di Timur Tengah dan Ukraina, meskipun tantangan besar masih membentang di depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











