Negosiator Iran Respons Keras Ancaman Trump, Tolak Lanjutkan Perundingan Segi Empat

Negosiator Iran Respons Keras Ancaman Trump, Tolak Lanjutkan Perundingan Segi Empat

Plat Merah – Perundingan antara Iran dan AS di Swiss telah menemui batu sandungan setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman militer terbuka. Ancaman tersebut membuat Pemerintah Iran mengambil keputusan untuk menarik diri dari forum negosiasi empat negara yang tengah berlangsung di Swiss. Keputusan ini diambil sebagai respons langsung atas ancaman militer terbuka yang dilontarkan oleh Trump lewat media sosial Truth.

Trump pada Minggu (21/6) memposting di platform Truth Social miliknya: "Iran harus segera menghentikan PROKSI mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah." "Jika mereka tidak melakukannya, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan minggu lalu, hanya lebih keras lagi!!!" cetus Trump.

Usai menyadari ancaman ini, kesepakatan damai Iran-AS, di mana AS diwakili oleh Wakil Presiden JD Vance mendadak memanas karena Iran walkout. Dalam video yang viral di media sosial, nampak pihak penengah, PM Pakistan yang menunjukkan wajah kecewa dan kebingungan atas apa yang terjadi.

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa delegasi mereka tidak akan melanjutkan pembicaraan damai di bawah tekanan maupun intimidasi politik dari Washington. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa pernyataan bernada ancaman dari pihak AS di tengah berjalannya pertemuan empat negara menjadi pemicu utama Teheran mengambil sikap tegas.

"Iran tidak akan melanjutkan partisipasi dalam koridor negosiasi di bawah kondisi intimidasi seperti ini," tegas Baqaei, sebagaimana dikutip dari laporan resmi Kantor Berita Tasnim melalui laman media sosial X pada Selasa (23/6/2026).

Meskipun dua negara mediator, yakni Qatar dan Pakistan, telah berupaya keras untuk menenangkan situasi dan menjaga agar roda diplomasi tetap berputar, delegasi Iran tetap bergeming untuk meninggalkan meja perundingan.

Keputusan Iran ini menyebabkan proses perundingan perdamaian yang dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance mengalami kegagalan total. Suara.com – Harapan publik global untuk melihat redanya ketegangan politik di Timur Tengah menemui jalan buntu.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup