Trump Murka! Tuduh Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache Militer AS Saat Berpatroli di Selat Hormuz

Trump Murka! Tuduh Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache Militer AS Saat Berpatroli di Selat Hormuz

Plat Merah – Washington, DC – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah Presiden Donald Trump menuduh Teheran menembak jatuh helikopter tempur Apache milik Angkatan Darat AS di dekat Selat Hormuz. Insiden ini memicu serangkaian serangan balasan yang mengancam gencatan senjata yang rapuh. Trump murka! Tuduh Iran tembak jatuh helikopter Apache militer AS saat berpatroli di Selat Hormuz, sebuah peristiwa yang disebutnya sebagai agresi tak beralasan.

Menurut pernyataan Trump yang disiarkan Fox News, helikopter AH-64 Apache ditembak jatuh menggunakan drone Iran pada Senin (8/6/2026). Drone tersebut terbang mendekati helikopter yang terbang pada ketinggian sangat rendah. Meskipun drone gagal meledak, kebakaran terjadi di dalam kokpit, memaksa pilot mendarat darurat di laut. Dua sumber pejabat AS yang dikutip CNN mengonfirmasi bahwa helikopter tersebut ditembak jatuh di lepas pantai Oman menggunakan drone Shahed. Trump murka! Tuduh Iran tembak jatuh helikopter Apache militer AS saat berpatroli di Selat Hormuz, dan ia menegaskan bahwa respons keras akan segera diberikan.

Serangan balasan AS pun dilancarkan pada Rabu (10/6/2026) pukul 17.15 ET, menargetkan fasilitas-fasilitas penting Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap agresi Iran yang terus berlanjut. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menambahkan, “Kami akan memukul mereka dengan keras, dan mudah-mudahan Iran membuat keputusan yang baik.” Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania, memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut.

Di tengah baku tembak yang berlangsung dua hari berturut-turut, Trump kembali menegaskan kemarahannya. “Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras,” ujarnya di Ruang Oval. Ia menuduh negosiator Iran mempermainkan AS dalam perundingan damai yang hampir mencapai kesepakatan. Trump murka! Tuduh Iran tembak jatuh helikopter Apache militer AS saat berpatroli di Selat Hormuz, dan ia mengancam akan menargetkan jembatan serta pembangkit listrik Iran jika diperlukan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, merespons dengan peringatan bahwa setiap serangan AS akan mendapat balasan. “Angkatan Bersenjata kami tidak akan membiarkan serangan ini tak terjawab. Pergi dari wilayah kami jika ingin selamat,” tulisnya di media sosial. Sementara itu, harga minyak dunia melonjak hampir 3 dolar AS akibat konflik yang mengancam stabilitas kawasan.

Kesimpulannya, insiden jatuhnya helikopter Apache di Selat Hormuz telah memicu spiral kekerasan baru antara AS dan Iran. Dengan Trump yang terus melontarkan ancaman dan Iran yang berjanji membalas, prospek perdamaian semakin suram. Masyarakat internasional kini menanti langkah selanjutnya dari kedua negara adidaya ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup