Jenderal Polisi Soroti Ancaman Digital hingga TPPO: Kilas Balik Aktivitas Polri pada 29 Juli 2026

Jenderal Polisi Soroti Ancaman Digital hingga TPPO: Kilas Balik Aktivitas Polri pada 29 Juli 2026

Plat Merah – Pada Rabu, 29 Juli 2026, sejumlah jenderal polisi di Indonesia menunjukkan peran vital mereka dalam menangani berbagai isu, mulai dari literasi digital hingga penegakan hukum pidana berat. Mulai dari Dirjen Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi, Irjen Pol Alexander Sabar, yang meluncurkan buku ‘Atas Nama Surga’, hingga Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar yang menangani kasus perdagangan orang (TPPO) bayi, para jenderal polisi ini membuktikan dedikasi mereka dalam melayani masyarakat.

Irjen Pol Alexander Sabar, seorang jenderal polisi yang kini menjabat sebagai Dirjen Pengawasan Ruang Digital, meluncurkan buku berjudul ‘Atas Nama Surga: Algoritma Radikalisme, Hingga Manipulasi Kesadaran’ di Menara Kompas, Jakarta. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesadaran digital di tengah maraknya ancaman radikalisme dan hoaks. “Hari ini kita merayakan, membangun kesadaran bersama biar kita tetap waras menghadapi ruang digital yang luar biasa,” ujarnya. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, turut mengapresiasi buku yang memotret kekuatan narasi era digital yang dapat merusak nilai kemanusiaan.

Sementara itu, di Jambi, Kapolda Irjen Pol Krisno H Siregar memimpin penanganan kasus TPPO terhadap bayi perempuan berusia delapan bulan berinisial Gi. Polisi telah menyerahkan korban kepada ibu kandungnya dan masih melakukan penyelidikan untuk menetapkan tersangka. “Polda Jambi terus melakukan penyelidikan terkait TPPO ini,” kata Kapolda, yang juga seorang jenderal polisi berpangkat bintang dua. Penyerahan bayi ini dihadiri oleh Wakapolda, Bupati Batang Hari, dan pejabat terkait.

Di Jawa Barat, Kapolda Irjen Pol Pipit Rismanto, seorang jenderal polisi lainnya, menurunkan tim gabungan untuk mengusut kematian satpam di Jatiluhur yang ditemukan tewas mengambang dengan tangan terborgol. “Kami turunkan tim gabungan untuk mem-backup Polres Purwakarta agar kasus ini cepat terungkap,” tegas Pipit. Ia meminta publik tidak terpengaruh informasi simpang siur dan mempercayakan proses investigasi kepada polisi.

Di Jawa Tengah, mutasi besar-besaran terjadi di Polda Jateng dengan pergantian 16 Kapolres/Kapolresta dan 6 pejabat utama. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menyatakan bahwa serah terima jabatan ini bagian dari pembinaan organisasi untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan masyarakat. Para pejabat baru diharapkan segera beradaptasi dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta TNI.

Terakhir, di Sumatera Barat, pelantikan AKBP F sebagai Kabid Dokkes Polda Sumbar dibatalkan karena dugaan pelecehan seksual terhadap polwan. Wakapolda Brigjen Pol Solihin mengonfirmasi pembatalan tersebut. Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, seorang jenderal polisi, telah memerintahkan Propam untuk mengusut tuntas kasus ini. Langkah tegas ini menunjukkan komitmen Polri dalam menindak pelanggaran tanpa pandang bulu.

Dari berbagai peristiwa ini, terlihat jelas bahwa para jenderal polisi tidak hanya bertugas di lapangan, tetapi juga aktif dalam edukasi publik dan reformasi internal. Mulai dari literasi digital, penanganan TPPO, pengungkapan kasus kriminal, mutasi organisasi, hingga penegakan disiplin internal, Polri terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup