Pencarian Wartawan yang Hilang Kontak saat Liputan Anak Krakatau
PlatMerah.com, Selat Sunda – Pencarian terhadap lima wartawan yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Rombongan wartawan tersebut dinyatakan hilang sejak Senin sore saat berlayar dari Dermaga Marina, Lippo Carita, Kabupaten Pandeglang, menuju lokasi gunung berapi tersebut.
Identitas dan Kejadian Hilang Kontak
Kelima wartawan yang hilang kontak adalah Muhammad Bagus Khoirunas (Antara), Arie Basuki (Merdeka), Yudis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (freelance). Mereka berangkat sekitar pukul 14.00 WIB dengan menggunakan speedboat yang juga membawa satu tour guide bernama Heri Bonsay dan dua kru kapal.
Kontak terakhir diterima dari tour guide yang sempat mengirim foto ke keluarganya sekitar pukul 18.14 WIB dan menyatakan kondisi aman. Namun, setelah itu tidak ada kabar lebih lanjut. Rombongan seharusnya kembali pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB, namun hingga kini belum kembali.
Tindakan Pencarian oleh Tim SAR Gabungan
Polda Banten bersama Basarnas mengerahkan sebanyak 23 personel untuk melakukan pencarian di perairan Selat Sunda, lokasi terakhir komunikasi rombongan. Personel tersebut terdiri dari dua anggota KP Sanjaya Mabes Polri, lima anggota Ditpolairud Polda Banten, dan 16 anggota Basarnas Banten.
Kapal Basarnas KN Tetuka digunakan sebagai armada utama pencarian yang berangkat dari Dermaga Pelabuhan BBJ Bojonegara menuju wilayah perairan Carita dan lokasi pencarian yang diperkirakan memakan waktu 40 menit perjalanan.
Penggunaan Drone Termal dalam Pencarian
Kantor SAR Banten berencana melanjutkan operasi pencarian menggunakan dua drone termal yang terdapat di KN SAR Tetuka. Penggunaan drone menjadi pilihan karena kondisi udara belum memungkinkan untuk penerbangan helikopter atau pesawat akibat sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
Operasi pencarian malam hari sempat dihentikan pukul 22.00 WIB karena kondisi laut yang tidak bersahabat dan jarak pandang yang terbatas. Kapal pencarian kemudian sandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon untuk memastikan keselamatan dan efektivitas operasi.
Kondisi Lingkungan dan Faktor Pendukung
Kondisi cuaca di area tersebut sedang mengalami angin selatan yang kencang, yang dapat mempersulit pencarian. Tim SAR juga melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk kemungkinan rombongan sandar di pulau-pulau kecil atau dermaga yang tidak terpantau secara rutin.
Signifikansi dan Harapan
Upaya pencarian ini penting mengingat keselamatan para wartawan yang sedang menjalankan tugas peliputan di daerah rawan erupsi dan cuaca ekstrim. Basarnas dan Polda Banten berkomitmen untuk terus melakukan pencarian secara maksimal hingga keberadaan para wartawan dapat ditemukan dan dipastikan dalam kondisi aman.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.














