DPRD Riau Minta Pemko Pekanbaru Kaji Matang Operasional Bus Listrik TMP
Plat Merah – Perkembangan transportasi umum di Kota Pekanbaru menuju era elektrifikasi kembali menjadi sorotan. DPRD Riau, khususnya anggota dari Daerah Pemilihan Pekanbaru Ginda Burnama, telah mengingatkan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk tidak gegabah dalam merencanakan operasional Bus Listrik Trans Metro Pekanbaru (TMP). Ginda menekankan pentingnya kajian menyeluruh, terutama pada penentuan rute, cakupan layanan, dan integrasi dengan transportasi umum yang sudah ada.
Latar Belakang Inisiatif Bus Listrik
Kota Pekanbaru, sebagai kota terbesar di Provinsi Riau, menghadapi tantangan signifikan terkait keterbatasan infrastruktur transportasi dan tingkat kemacetan yang meningkat. Dalam konteks pemerintah pusat yang gencar mendorong transisi ke energi terbarukan, inisiatif Bus Listrik TMP dianggap sebagai langkah strategis untuk mengurangi emisi karbon dan menawarkan alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan. Namun, keberhasilan proyek ini bergantung pada perencanaan yang matang.
Analisis Kebutuhan Kajian
Ginda Burnama, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Riau, menjelaskan bahwa kajian harus mencakup beberapa aspek kritis:
- Penentuan Rute: Rute yang dipilih harus mampu melayani area yang paling padat dan sering dilewati masyarakat, sekaligus mempertimbangkan ketersediaan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya.
- Cakupan Layanan: Perlu kejelasan apakah layanan akan terbatas di wilayah kota atau juga mencakup kawasan penyangga seperti Kabupaten Siak, Pelalawan, dan perbatasan Kabupaten Kampar.
- Integrasi dengan Transportasi Umum: Bus listrik harus selaras dengan moda transportasi lain, seperti angkutan umum berbasis bensin, minibus, dan angkot, untuk menghindari tumpang tindih.
“Kita tidak ingin proyek ini menjadi proyek simbolik yang gagal memenuhi ekspektasi masyarakat,” tegas Ginda pada Minggu, 5 Juli 2026.
Tantangan Implementasi
Menurut analisis ahli transportasi dari Universitas Riau, Dr. Ir. Dedi Kurniawan, tantangan utama dalam implementasi Bus Listrik TMP meliputi:
| Tantangan | Solusi Potensial |
|---|---|
| Biaya investasi tinggi | Kerja sama dengan pihak swasta atau lembaga pembiayaan internasional |
| Keterbatasan stasiun pengisian daya | Pengembangan infrastruktur pengisian listrik di titik-titik strategis |
| Tingkat penggunaan yang rendah | Promosi intensif dan tarif yang terjangkau |
“Proyek ini juga perlu didukung anggaran yang memadai dan komitmen jangka panjang dari pemerintah daerah,” tambah Dedi.
Dampak dan Harapan
Jika berhasil diimplementasikan, Bus Listrik TMP diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Dari sisi lingkungan, pengurangan emisi karbon akibat penggunaan baterai listrik dapat mendukung target Pemko Pekanbaru dalam mencapai kota netral karbon. Dari sisi ekonomi, proyek ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, baik dalam pengoperasian maupun pemeliharaan armada.
Bagi masyarakat, ketersediaan armada yang nyaman dan berpendingin udara diharapkan mampu menarik pengguna transportasi umum, terutama generasi muda dan keluarga. Namun, Ginda menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya bergantung pada kualitas armada, tetapi juga pada kemampuan pemerintah dalam mengelola layanan, termasuk ketersediaan jumlah bus yang memadai dan waktu tunggu yang terjangkau.
Kronologi Pengembangan TMP
Proyek Bus Listrik TMP telah melalui beberapa tahapan sejak 2024:
- 2024: Pemko Pekanbaru mengajukan proposal ke Kementerian Perhubungan untuk pengadaan armada listrik.
- 2025: Diterimanya subsidi baterai dari pemerintah pusat untuk 20 unit bus.
- 2026: Mulai uji coba rute terbatas di kawasan pusat kota.
- 2027-2028: Rencana ekspansi ke wilayah penyangga, pendinginan infrastruktur, dan evaluasi kinerja.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Kota Pekanbaru dapat menjadi contoh kota di Indonesia yang sukses menerapkan transportasi listrik yang efisien dan ramah lingkungan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













