Gubernur Jambi Dorong Pelestarian Budaya dan Perbaikan Infrastruktur Desa melalui Kenduri Sko
Kenduri Sko 2026: Titik Temu Warisan Budaya dan Tantangan Modernisasi
Plat Merah – Acara Kenduri Sko yang diselenggarakan lima tahunan di Desa Tanjung Pauh Mudik, Kabupaten Kerinci (5/7), menjadi momentum penting bagi komunitas setempat. Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual adat, tetapi juga wadah strategis untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menangani masalah infrastruktur yang menghambat kesejahteraan warga.
Ruang Lingkup Budaya yang Melestarikan Nenek Moyang
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menyatakan bahwa Kenduri Sko merupakan “penyelamatan historis” dari tradisi yang pernah nyaris punah. Acara ini melibatkan berbagai upacara adat khas seperti Iyo-iyo, Nek Mamak, Depatai, dan Kato Rajo, yang diwartakan Bupati Kerinci Monadi sebagai “peneguh tata krama masyarakat pedesaan”. Pemerintah provinsi, lanjut gubernur, akan memprioritaskan dana APBD untuk kajian budaya yang terancam punah.
| Upacara Adat | Fungsi Sosial | Status Konservasi |
|---|---|---|
| Iyo-iyo | Membangun solidaritas antar generasi | Terancam punah (2024) |
| Depatai | Ritual kesuburan pertanian | Stabil (2024) |
| Kato Rajo | Simbol kekuasaan tradisional | Perlu revitalisasi |
Bersinergi Menyikapi Krisis Infrastruktur
Permasalahan klasik seperti banjir parah saat hujan deras dan kerusakan jembatan di Tanjung Pauh Mudik menjadi fokus utama. Gubernur Al Haris menjanjikan penanganan bertahap melalui:
- Kajian hidrologi bersama Dinas PU Provinsi
- Rehabilitasi saluran air sepanjang 1.2 km
- Dana APBN 2027 senilai Rp15 miliar untuk pembangunan jembatan permanen
CSR Sebagai Pendorong Ekonomi Desa
Bank Jambi melalui CSR menyalurkan Rp25 juta untuk lima desa. Dana ini dialokasikan untuk:
- Pembangunan posko pengungsian (5 unit)
- Penyediaan perahu keselamatan (3 kapal)
- Pelatihan manajemen risiko bencana (50 peserta)
Kronologi Kebijakan Pemerintah
| Tahun | Prioritas Infrastruktur | Dana Dialokasikan |
|---|---|---|
| 2023 | Perbaikan jalan provinsi | Rp500 miliar |
| 2024 | Pengadaan pompa air | Rp150 miliar |
| 2025 | Konservasi sungai | Rp320 miliar |
Antisipasi Ancaman Zaman
Bupati Kerinci Monadi memberi peringatan terkait dampak teknologi di kalangan pemuda:
- Maraknya perjudian online (kasus +200% 2023-2025)
- Penyalahgunaan narkoba di sekolah menengah (laporan BNN 2025)
- Kasus perceraian meningkat 15% pada 2024
Beliau menekankan pentingnya pendidikan nilai adat sebagai benteng moral.
Kenduri Sko 2026 juga menghadirkan tokoh nasional seperti Wakil Gubernur Jambi Syarif Fasha, anggota DPR RI Dedi Sutrisno, dan mantan Bupati Kerinci yang kini menjadi anggota Komisi VI DPR RI. Partisipasi mereka menunjukkan dukungan politik untuk agenda pelestarian budaya.
Implikasi Jangka Panjang
Dengan pengalokasian anggaran sebesar 3% dari APBD tahunan untuk budaya tradisional, diharapkan:
- Penurunan kerawanan bencana hingga 40% pada 2028
- Penyerapan tenaga kerja lokal sebanyak 1.500 orang
- Peningkatan kunjungan wisata budaya ke 50.000 orang per tahun
Kenduri Sko menjadi simbol harmoni antara kearifan lokal dan solusi modern. Keterlibatan aktif generasi muda dalam melestarikan budaya sambil berinovasi dalam teknologi pertanian menjadi kunci keberlanjutan bagi masyarakat Tanjung Pauh Mudik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













