Ibu Korban Polisikan Pria yang Rekam Anaknya saat BAB di Toilet Masjid di Kudus
PlatMerah.com, Kudus – Seorang ibu berinisial ZI, warga Kabupaten Demak, Jawa Tengah, resmi melaporkan pria yang diduga merekam anaknya saat buang air besar (BAB) di toilet salah satu masjid di Kudus ke Polres Kudus. Laporan tersebut dilayangkan pada Jumat (3/1) setelah terduga pelaku tidak kunjung mengakui perbuatannya.
ZI mengaku kecewa karena pelaku bersikeras menyangkal padahal ia sempat melihat langsung aksi tersebut. “Alasan saya akhirnya melapor ke Polres Kudus karena terduga pelaku belum mau mengakui. Padahal sudah kepergok saya. Dia justru playing victim,” ujarnya kepada kumparan, Sabtu (4/1).
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula pada Rabu (29/1) ketika anak ZI yang masih duduk di bangku TK kebelet BAB sepulang sekolah. Karena air di sekolah habis, ZI mengantar anaknya ke kamar mandi perempuan di sebuah masjid yang tidak jauh dari sekolah.
Setelah mengantar anaknya, ZI sempat kembali ke mobil untuk membetulkan posisi parkir. Saat kembali mengecek, ia terkejut melihat seorang pria masuk ke kamar mandi anaknya sambil merekam dengan ponsel. “Pria itu merekam. Saya lihat sendiri dia jongkok kemudian memvideo kemaluan anak saya. Terus pria itu masuk ke kamar mandi sebelah,” jelasnya.
ZI menduga pelaku masuk ke kamar mandi sebelah untuk menghapus video tersebut, terlebih saat itu tidak ada suara air. Rekaman yang memperlihatkan pria tersebut menyangkal perbuatannya kemudian viral di media sosial.
Langkah Hukum dan Dukungan Keluarga
Keputusan melapor ke polisi diambil setelah ZI berunding dengan keluarga. Keluarganya mendukung penuh langkah ini. ZI juga mengaku telah mengumpulkan bukti berupa video dan screenshot yang menunjukkan pelaku merekam.
“Banyak korban lain yang speak up. Itu saya kumpulkan. Terkait barang bukti saya serahkan video dan screenshot bukti dia merekam,” sambungnya.
Soal kabar pelaku yang berencana melaporkan balik, ZI mengaku belum mengetahui kelanjutannya. “Soal pelaku yang bilang mau melaporkan balik, saya belum tahu,” terangnya.
Dampak pada Korban
Putri ZI mengalami trauma psikis akibat kejadian ini. Bahkan, pada hari pelaporan, anaknya tidak bersekolah. ZI berharap proses penyelidikan segera dilakukan agar pelaku mendapat hukuman yang setimpal.
Konfirmasi Polisi
Kapolsek Jati, AKP Hadi Noor Cahyo, membenarkan adanya laporan tersebut. “Iya sudah lapor ke Polres Kudus. Akan segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak, terutama di tempat umum. Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika melihat tindakan mencurigakan yang membahayakan anak.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













