Diskusi Dengan Parlemen Remaja, Puan Bahas Soal Hantam Hoaks-RUU Perampasan Aset
PlatMerah.com, Jakarta – Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengadakan diskusi dengan peserta Parlemen Remaja (Parja) Terbaik 2024-2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Puan membahas tantangan yang dihadapi anggota DPR, termasuk serangan hoaks yang beredar di media sosial, khususnya terkait RUU Perampasan Aset.
Diskusi Tantangan Anggota DPR
<pDalam diskusi, salah satu peserta, Muhammad Fattan Faydzulhaq, berbagi pengalaman pernah dituding sebagai buzzer pemerintah setelah mengikuti program Parja. Puan Maharani menanggapi bahwa tudingan negatif dan hoaks adalah hal yang biasa dialami anggota DPR. Ia menyoroti bahwa DPR sering menjadi sasaran serangan di media sosial yang tidak selalu berdasarkan fakta.
Isu Hoaks Terkait RUU Perampasan Aset
Puan memberikan contoh hoaks yang beredar mengenai RUU Perampasan Aset, di mana beredar informasi keliru bahwa DPR tidak mau mengesahkan RUU tersebut. Bahkan, foto Ketua DPR disebar dalam konten hoaks untuk mendukung tudingan tersebut. Puan menegaskan bahwa RUU ini masih dalam proses pembahasan dan DPR sedang aktif meminta masukan dari masyarakat sebagai bagian dari meaningful participation.
“RUU Perampasan Aset sedang dibahas dan DPR menerima banyak masukan dari berbagai elemen masyarakat. Kami juga mengkaji agar RUU ini tidak tumpang tindih dengan undang-undang yang sudah ada,” jelas Puan.
Proses Penyusunan Undang-Undang yang Kompleks
Fattan juga berbagi pengalaman mengikuti simulasi proses legislasi dalam program Parja 2025, yang membuatnya memahami bahwa penyusunan undang-undang tidak mudah dan memerlukan waktu serta proses panjang. Puan menambahkan bahwa kecepatan pembahasan RUU bergantung pada tingkat perubahan yang diajukan; RUU dengan perubahan kecil biasanya lebih cepat dibanding yang baru digagas dari nol.
Parlemen Remaja sebagai Program Edukasi Politik
Parlemen Remaja merupakan program tahunan DPR untuk pelajar SMA, SMK, atau MA sederajat yang bertujuan memberikan edukasi politik dan demokrasi. Peserta terpilih mendapatkan pengalaman langsung menjadi anggota DPR dan mengikuti simulasi sidang di Gedung DPR RI.
Puan didampingi oleh Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri, anggota Komisi XI DPR Diah Pikatan Orissa Putri Haprani, dan anggota Komisi V DPR RI Mochamad Herviano Widyatama dalam audiensi tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













