Demokrat Terima Masukan Masyarakat soal Usulan Dapil Nasional di RUU Pemilu

Demokrat Terima Masukan Masyarakat soal Usulan Dapil Nasional di RUU Pemilu

PlatMerah.com, Jakarta – Partai Demokrat menyatakan terbuka menerima masukan dari masyarakat terkait usulan daerah pemilihan (dapil) nasional dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu. Hal ini disampaikan oleh Herman Khaeron, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sekaligus anggota Komisi VI DPR RI, saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Rabu (23/9/2026).

Masukan Masyarakat dan Kajian Demokrat

Demokrat terus melakukan kajian mendalam mengenai mekanisme dapil nasional, khususnya terkait penghitungan sisa suara yang tidak terkonversi menjadi kursi pada pemilu. Herman menekankan pentingnya memperhatikan pandangan masyarakat, praktisi, dan pengamat pemilu agar menghasilkan aturan pemilu yang ideal dan diterima secara luas.

Salah satu fokus kajian adalah menentukan mekanisme penghitungan suara pada dapil nasional, apakah sisa suara dihitung berdasarkan provinsi atau secara nasional. Demokrat juga mempertimbangkan penggunaan pola hybrid untuk mengakomodasi suara yang tidak mendapatkan kursi setelah pembagian kursi di dapil masing-masing.

Konsep Dapil Nasional dan Sisa Suara

Usulan dapil nasional muncul sebagai solusi atas persoalan suara partai politik yang tidak terkonversi menjadi kursi akibat ambang batas parlemen. Herman menjelaskan, misalnya apabila Demokrat memiliki sekitar dua juta suara yang tidak terkonversi, suara tersebut bersama sisa suara partai lain dapat dijadikan dasar alokasi kursi nasional.

Konsep ini bukan hal baru, karena pada Pemilu 2009 pernah diterapkan model hybrid yang menggabungkan dapil terbuka di daerah dan dapil tertutup di tingkat provinsi untuk menghitung sisa suara. Demokrat mengusulkan agar sisa suara dari partai yang telah lolos ambang batas parlemen dapat dikonversi melalui dapil nasional sehingga tidak ada suara rakyat yang terbuang.

Respons dan Harapan Partai Politik

Demokrat berencana melakukan pembahasan lebih lanjut bersama partai politik lain untuk mempersempit opsi dan mengambil keputusan yang tepat terkait dapil nasional. Herman berharap proses ini dapat menghasilkan aturan yang memenuhi harapan masyarakat dan menjaga keberlangsungan sistem pemilu.

Sementara itu, tanggapan datang dari Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, yang mengakui persoalan suara tidak terkonversi memang selalu hadir dalam setiap pemilu. Namun, ia mengingatkan agar upaya mengakomodasi suara tersebut tidak sampai mengorbankan sistem pemilu yang ada.

Signifikansi Usulan Dapil Nasional

Usulan dapil nasional menjadi penting karena dapat memperbaiki representasi politik dengan memastikan sebanyak mungkin suara rakyat terakomodasi dalam kursi parlemen. Hal ini juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilu dan hasilnya.

Dengan terus menerima masukan dan melakukan kajian, Partai Demokrat berupaya menghadirkan solusi yang seimbang antara keadilan representasi suara dan keutuhan sistem pemilu.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup