Direksi Baru Perumda Pasar Argha Nayottama Dilantik, Target PAD Rp1 Miliar

Direksi Baru Perumda Pasar Argha Nayottama Dilantik, Target PAD Rp1 Miliar

Pelantikan Direksi Baru dan Harapan Pemerintah Kabupaten Buleleng

Plat Merah – Pada Jumat, 3 Juli 2026, di ruang rapat Rumah Jabatan Bupati Buleleng, tiga tokoh profesional resmi dilantik sebagai Direksi Baru Perumda Pasar Argha Nayottama (PAN) untuk masa jabatan 2026-2031. Pelantikan ini menjadi sorotan karena disertai target ambisius: kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1 miliar dalam tahun pertama. Bupati I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa pencapaian angka ini menjadi bagian integral dari upaya meningkatkan kinerja dan integritas perusahaan daerah.

Profil Tiga Direksi Baru

NamaJabatanPengalaman Utama
I Ketut Mas Angarta TenayaDirektur Utama10 tahun mengelola pasar tradisional di Bali, ahli manajemen operasional dan inovasi layanan
Komang SonniDirektur KeuanganCPA bersertifikat, pengalaman di audit publik serta pengelolaan anggaran daerah
I Made SulistiawanDirektur OperasionalManajer operasional pasar modern di Surabaya, fokus pada digitalisasi transaksi

Indikator Kinerja dan Kontrak Kerja

Setiap direksi menandatangani kontrak kerja yang memuat indikator kinerja utama (Key Performance Indicators/KPI) yang meliputi:

  • Penerapan tata kelola berintegritas dan transparan.
  • Kepatuhan penuh terhadap peraturan perundang‑undangan daerah dan nasional.
  • Peningkatan volume transaksi pasar sebesar minimal 15% per tahun.
  • Pengembangan sistem pembayaran elektronik untuk mengurangi penggunaan uang tunai.
  • Pencapaian target PAD Rp1 miliar pada tahun pertama.

Kronologi Proses Seleksi dan Pelantikan

  1. Januari 2026: Pengumuman lowongan Direksi Perumda PAN melalui portal resmi Kabupaten Buleleng.
  2. Februari–Maret 2026: Pendaftaran dan verifikasi berkas, tercatat 58 pelamar dengan latar belakang manajerial, keuangan, dan operasional.
  3. April 2026: Tahap wawancara panel yang melibatkan Bupati, Sekretaris Daerah, serta perwakilan asosiasi pedagang pasar.
  4. Mei 2026: Pengumuman hasil seleksi, tiga kandidat terpilih diumumkan secara terbuka.
  5. 3 Juli 2026: Pelantikan resmi di hadapan media, tokoh masyarakat, dan perwakilan pedagang.

Dampak Terhadap Masyarakat dan Industri

Target PAD Rp1 miliar bukan sekadar angka; ia memiliki implikasi luas bagi pemangku kepentingan:

  • Pedagang Pasar: Diharapkan peningkatan fasilitas, kebersihan, dan keamanan yang dapat menarik lebih banyak pembeli.
  • Pemerintah Daerah: Pendapatan tambahan akan memperkuat anggaran untuk program infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di Kabupaten Buleleng.
  • Investor: Kebijakan transparan dan tata kelola yang baik membuka peluang kemitraan publik‑swasta, misalnya pembangunan area food court modern.
  • Warga: Akses ke pasar yang lebih terorganisir, harga yang kompetitif, serta peningkatan lapangan kerja tidak formal menjadi lebih terstruktur.

Analisis Tantangan dan Strategi Penanggulangan

Meski target ambisius, Direksi Baru harus menghadapi beberapa tantangan kritis:

  • Persaingan dengan pasar modern: Mengadopsi teknologi digital untuk pembayaran dan promosi daring.
  • Kepatuhan regulasi pajak dan lingkungan: Mengintegrasikan sistem akuntansi berbasis cloud untuk audit real‑time.
  • Manajemen aset fisik yang sudah tua: Rencana renovasi bertahap dengan dana PAD yang sudah diproyeksikan.
  • Keterlibatan pedagang: Membentuk forum musyawarah bulanan untuk menyerap masukan operasional.

Strategi yang direncanakan meliputi:

  1. Penerapan sistem e‑marketplace yang memungkinkan pedagang memasarkan produk secara online.
  2. Pelatihan keuangan bagi pedagang kecil agar dapat mengelola cash flow dengan lebih baik.
  3. Kerjasama dengan universitas lokal untuk riset inovasi pasar tradisional.
  4. Audit internal tiap kuartal untuk memastikan kepatuhan dan akuntabilitas.

Prospek Jangka Panjang hingga 2031

Selama lima tahun masa jabatan, Direksi diharapkan tidak hanya mencapai target PAD pertama, tetapi juga menyiapkan fondasi bagi pertumbuhan berkelanjutan. Proyeksi jangka menengah mencakup peningkatan pendapatan tahunan sebesar 12‑15% melalui diversifikasi layanan, seperti area hiburan budaya, ruang coworking untuk UMKM, dan program loyalitas konsumen.

Dengan komitmen integritas, profesionalisme, dan kolaborasi lintas sektoral, Direksi Baru Perumda Pasar Argha Nayottama memiliki peluang besar untuk mengubah paradigma pasar tradisional menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang modern dan inklusif.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup