Wali Kota Jambi Maulana Raih Penghargaan BKKBN, Gerakan GEMAR Perkuat Peran Ayah dalam Pendidikan

Wali Kota Jambi Maulana Raih Penghargaan BKKBN, Gerakan GEMAR Perkuat Peran Ayah dalam Pendidikan

Latar Belakang Gerakan GEMAR Nasional

Plat Merah – Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak (GEMAR) diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan dan BKKBN pada tahun 2022 sebagai respons atas meningkatnya fenomena “fatherless” atau minimnya peran ayah dalam proses pendidikan anak di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik 2024 menunjukkan bahwa hanya 38% ayah secara rutin terlibat dalam kegiatan akademik anak, padahal kehadiran ayah terbukti meningkatkan motivasi belajar dan prestasi sekolah.

Tujuan utama GEMAR adalah menumbuhkan kebiasaan ayah hadir pada momen penting seperti pembagian rapor, pertemuan orang tua-guru, dan kegiatan ekstrakurikuler. Program ini menekankan pendekatan emosional—menjadikan rapor bukan sekadar lembaran nilai, melainkan sarana dialog antara ayah, anak, dan guru.

Implementasi Gerakan GEMAR di Kota Jambi

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Maulana, Kota Jambi menjadikan GEMAR sebagai agenda prioritas dalam rangka memperkuat ketahanan keluarga. Inisiatif lokal bernama Ayah Bahagia diluncurkan pada awal 2025, mengintegrasikan GEMAR dengan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Beberapa langkah konkrit yang diambil antara lain:

  • Penyediaan agenda mingguan bagi ayah untuk menandai tanggal rapor anak.
  • Penyuluhan gratis tentang cara membaca dan menafsirkan rapor di balai desa.
  • Penghargaan bulanan “Ayah Pendamping Terbaik” bagi ayah yang konsisten hadir.
  • Kolaborasi dengan PT. Indosat Ooredoo untuk layanan reminder rapor via SMS.

Data Partisipasi 2026

KegiatanJumlah AyahPersentase dari Total Ayah
Pertemuan Rapor Sekolah (Juli)4.86257%
Workshop Pembacaan Rapor (Agustus)3.27438%
Penghargaan “Ayah Pendamping Terbaik” (September)1522%
Program Reminder SMS (Oktober‑Desember)8.12095%

Angka di atas menunjukkan peningkatan partisipasi ayah sebesar 19% dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan efektivitas sinergi antara kebijakan pemerintah dan inisiatif lokal.

Kronologi Kegiatan dan Penghargaan

  1. 6 Juli 2026 – Wali Kota Maulana menyampaikan pidato pembukaan peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Provinsi Jambi dengan tema “Ayah Wajib Hadir”.
  2. 7 Juli 2026 – Penyerahan penghargaan BKKBN kepada Maulana atas keberhasilan menyukseskan Gerakan GEMAR di Jambi.
  3. 7 Juli 2026 – Pengumuman Rumah Data Kependudukan (RDK) Mawar, Kelurahan Pasir Putih, sebagai Pemenang Predikat Terbaik II tingkat Provinsi Jambi.
  4. 8 Juli 2026 – Publikasi hasil evaluasi independen yang menilai peningkatan rata‑rata nilai rapor siswa di 15 sekolah menengah pertama Jambi sebesar 0,42 poin.
  5. 9 Juli 2026 – Diskusi panel dengan perwakilan BKKBN, Dinas Pendidikan, serta perwakilan orang tua untuk merumuskan rencana aksi 2027.

Dampak terhadap Masyarakat dan Kebijakan

  • Peningkatan Prestasi Akademik: Sekolah yang aktif mengimplementasikan GEMAR melaporkan kenaikan nilai rata‑rata rapor sebesar 4‑6% dibandingkan sekolah yang belum berpartisipasi.
  • Kesejahteraan Keluarga: Survei kepuasan keluarga Jambi 2026 mencatat penurunan tingkat stres orang tua sebesar 12 poin pada skala 0‑100 setelah program Ayah Bahagia berjalan.
  • Penguatan Kebijakan Publik: Pemerintah Provinsi Jambi mengadopsi kebijakan insentif fiskal bagi perusahaan yang mensponsori kegiatan GEMAR di lingkungan kerja.
  • Pengaruh pada Sektor Swasta: Beberapa perusahaan lokal, termasuk PT. Jambi Maju, menambahkan modul pelatihan ayah dalam program CSR mereka.
  • Replikasi Model: Kota Padang dan Palembang telah mengirim delegasi untuk belajar dari model Jambi, menandakan potensi skala nasional.

Harapan dan Langkah Selanjutnya

Wali Kota Maulana menegaskan bahwa penghargaan BKKBN bukanlah akhir, melainkan batu loncatan. “Kami akan melanjutkan program Ayah Bahagia dengan menambah komponen digital, seperti aplikasi mobile yang memungkinkan ayah memantau progres belajar anak secara real‑time,” ujarnya. Rencana 2027 mencakup peluncuran Gerakan Ayah Digital yang mengintegrasikan data rapor, kehadiran, dan rekomendasi belajar personal.

Pemerintah Kota juga berencana menggandeng Universitas Jambi untuk melakukan riset longitudinal yang mengukur dampak jangka panjang partisipasi ayah terhadap kesejahteraan sosial‑ekonomi anak hingga usia 18 tahun. Diharapkan temuan tersebut akan menjadi acuan kebijakan nasional dalam agenda Indonesia Emas 2045.

Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat—ayah, ibu, guru, dan pemangku kepentingan—Gerakan GEMAR di Jambi membuktikan bahwa perubahan budaya dapat dimulai dari ruang kelas dan ruang keluarga. Keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan harapan akan generasi yang lebih kuat, lebih mandiri, dan lebih berkarakter. Penghargaan BKKBN yang diraih Maulana menjadi simbol komitmen bersama, menegaskan bahwa ketika ayah hadir, masa depan Indonesia menjadi lebih cerah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup