Bupati Lumajang Resmi Buka TMMD ke-129, Sinergi TNI, Pemerintah, dan Masyarakat di Desa Ledok Tempuro

Bupati Lumajang Resmi Buka TMMD ke-129, Sinergi TNI, Pemerintah, dan Masyarakat di Desa Ledok Tempuro

Latar Belakang Program TMMD

Plat Merah – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) telah menjadi agenda tahunan TNI AD sejak diluncurkan pada tahun 1998. Tujuannya adalah mempercepat pembangunan di wilayah‑wilayah terpencil sekaligus memperkuat kehadiran TNI sebagai bagian integral masyarakat. Pada tahun 2026, TMMD memasuki fase ke-129, dengan fokus pada Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kabupaten ini memiliki tantangan geografis berupa daerah pegunungan, infrastruktur jalan yang masih terbatas, dan tingkat stunting pada balita yang masih di atas rata‑rata nasional. Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Bupati Indah Amperawati melihat TMMD sebagai peluang strategis untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Pelaksanaan TMMD ke-129 di Ledok Tempuro

Pembukaan resmi TMMD ke-129 dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli 2026, di Lapangan Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung. Upacara dihadiri oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati, Letkol Arh Anton Subhandi (Komandan Satgas TMMD sekaligus Dandim 0821 Lumajang), pejabat Kabupaten, perwakilan Polri, serta tokoh masyarakat setempat. Letkol Anton menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wadah sinergi lintas sektoral yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, Polri, dan warga untuk menciptakan pemerataan pembangunan hingga ke level desa.

Ruang Lingkup Pekerjaan Fisik

Jenis PekerjaanVolumeKeterangan
Jalan cor beton840 meterMenghubungkan pusat desa dengan area pertanian
Saluran drainase200 meterMencegah genangan air saat musim hujan
Gorong‑gorong30 buahPendukung jaringan drainase utama
Rehabilitasi RTLH5 unitRumah Tidak Layak Huni, prioritas keluarga rentan

Kegiatan Non‑fisik

  • Program penghijauan dengan penanaman 1.500 bibit pohon buah lokal.
  • Pemberian makanan tambahan bergizi (MBS) untuk 120 balita, bertujuan menurunkan angka stunting.
  • Penyuluhan kesehatan reproduksi dan kebersihan lingkungan.
  • Pembentukan kelompok usaha mikro berbasis pertanian organik.

Keterlibatan Masyarakat dan Gotong Royong

Letkol Anton menekankan pentingnya partisipasi aktif warga Ledok Tempuro. Selama 30 hari pelaksanaan, tim Satgas TMMD akan berkoordinasi dengan panitia desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan kelompok tani setempat. Masyarakat diundang untuk ikut serta dalam persiapan lahan, pemasangan material, serta monitoring progres. “Dengan semangat gotong royong, hasil pembangunan akan menjadi milik bersama yang harus dijaga,” ujar Anton.

Berbagai tokoh lokal, termasuk Ketua RT, kepala Sekretaris Desa, dan ketua Karang Taruna, menyampaikan kesiapan mereka untuk menyediakan tenaga sukarela serta logistik sederhana seperti alat berat mini dan transportasi bahan baku.

Kronologi Kegiatan TMMD ke-129

  1. 16 Juli 2026 – Upacara pembukaan resmi di Lapangan Ledok Tempuro.
  2. 17–20 Juli 2026 – Mobilisasi alat berat, persiapan lahan, dan survei teknis.
  3. 21–30 Juli 2026 – Pembangunan jalan cor beton dan instalasi drainase.
  4. 31 Juli – 5 Agustus – Pemasangan gorong‑gorong serta rehabilitasi rumah tidak layak huni.
  5. 6–10 Agustus – Program penghijauan dan distribusi MBS untuk balita.
  6. 11–15 Agustus – Evaluasi bersama warga, penyerahan hasil akhir, dan dokumentasi.

Dampak dan Implikasi Bagi Berbagai Pihak

Bagi Masyarakat: Jalan baru akan memperpendek waktu tempuh ke pasar, meningkatkan akses pendidikan, dan mempermudah layanan kesehatan. Drainase yang lebih baik diharapkan mengurangi risiko banjir, sementara rumah rehabilitasi meningkatkan kualitas hidup keluarga rentan.

Ekonomi Lokal: Infrastruktur yang memadai membuka peluang bagi usaha mikro, khususnya pertanian organik dan agro‑wisata. Penanaman pohon buah sekaligus menambah sumber pendapatan jangka panjang.

Pemerintah Kabupaten: Keberhasilan TMMD menjadi indikator kinerja pembangunan desa, membantu mencapai target RPJMD dan SDGs, khususnya target terkait infrastruktur, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan.

TNI dan Polri: Program memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi keamanan, menegaskan peran TNI tidak hanya dalam pertahanan tetapi juga pembangunan berkelanjutan.

Harapan Kedepan

Dengan tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, program ini diharapkan menjadi model bagi wilayah lain di Jawa Timur. Bupati Indah Amperawati menutup upacara dengan harapan agar sinergi ini dapat berlanjut setelah fase 30 hari selesai, mengubah Ledok Tempuro menjadi contoh desa mandiri yang mengintegrasikan pembangunan fisik, kesehatan, dan ekonomi secara holistik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup