Kebakaran Hutan Way Kambas Diduga Sengaja Dibakar, Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman dan Penyelidikan
PlatMerah.com, Lampung Timur – Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur hingga kini belum sepenuhnya padam. Tim gabungan dari Polri, TNI, Balai TNWK, BPBD, dan instansi terkait terus melakukan pemadaman di lokasi yang masih terdapat titik api.
Kebakaran ini pertama kali terpantau pada Jumat, 21 Agustus 2026, yang menghanguskan sekitar 673,4 hektare lahan di wilayah Resort Kuala Penet. Namun, kebakaran kembali meluas dengan ditemukan titik api baru seluas 100,74 hektare di sekitar Desa Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah. Total lahan yang terdampak mencapai 774,14 hektare.
Upaya Pemadaman dan Penyelidikan Penyebab Kebakaran
Kapolres Lampung Timur AKBP Yuliansyah menyatakan petugas masih fokus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala. Kapolda Lampung juga turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi dan memberikan arahan teknis kepada tim di lapangan.
Selain pemadaman, tim lapangan juga sedang mengumpulkan bahan keterangan untuk menyelidiki penyebab kebakaran. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah kebakaran terjadi karena faktor alam atau kesengajaan. Penyelidikan masih berlangsung bersamaan dengan upaya pemadaman.
Dugaan Pembakaran Sengaja dan Ancaman Hukum
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menduga kebakaran di kawasan konservasi ini berpotensi akibat kesengajaan, terutama terkait aktivitas pemburu liar di TNWK. Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik Kemenhut, Ahmad Munawir, memastikan akan melibatkan kepolisian Polres Lampung Timur untuk mengusut kasus ini.
Jika ditemukan indikasi pembakaran sengaja, pelaku dapat diproses hukum sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, yang mengatur ancaman pidana bagi pelaku pembakaran hutan.
Perlindungan Satwa dan Pengamanan Kawasan
Dalam kondisi kebakaran, pihak TNWK juga memastikan keberadaan satwa liar, termasuk gajah, masih dalam keadaan aman. Upaya pengamanan kawasan diperkuat dengan meningkatkan patroli oleh Masyarakat Mitra Polhut, Masyarakat Peduli Api, dan Kelompok Tani Hutan guna mencegah kebakaran susulan.
Proses pemadaman yang sulit disebabkan kondisi lahan bergambut, akses yang sulit, dan sumber air yang jauh. Tim harus menyisir dan melakukan pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
Kebakaran hutan di Way Kambas ini menjadi perhatian serius mengingat kawasan tersebut merupakan habitat penting bagi berbagai satwa dan memiliki peran konservasi yang besar. Upaya bersama dari berbagai pihak diharapkan dapat segera mengatasi kebakaran dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













