Polda Jateng Usut Dugaan Penembakan di Rumah Aktivis AMPB Pati

Polda Jateng Usut Dugaan Penembakan di Rumah Aktivis AMPB Pati

PlatMerah.com, Pati – Rumah keluarga anggota Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Desa Kajar, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati menjadi sasaran dugaan penembakan oleh orang tidak dikenal (OTK). Kaca pintu rumah mengalami kerusakan dengan lubang-lubang kecil, dan ditemukan sejumlah peluru gotri di dalam dan sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Sri Suryanti, ibu dari pemilik rumah, yang menemukan kaca pintu pecah dan retak serta empat butir peluru gotri saat membersihkan serpihan kaca. Penemuan tersebut membuat keluarga dan masyarakat sekitar terkejut, terlebih insiden ini diduga terkait dengan aktivitas suami Sri yang merupakan sopir koordinator AMPB, Supriyono alias Botok Pati, yang aktif dalam aksi unjuk rasa di Jakarta.

Respons dan Penyelidikan Polisi

Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) langsung turun tangan menyelidiki dugaan aksi teror tersebut meskipun belum ada laporan resmi dari korban. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Yuliyanto, menegaskan bahwa polisi akan merespons setiap informasi terkait keamanan masyarakat tanpa harus menunggu laporan terlebih dahulu. Langkah ini untuk memastikan situasi, mengungkap fakta yang sebenarnya, dan memberikan rasa aman kepada warga.

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa kerusakan kaca bukan berasal dari tembakan peluru gotri dari luar rumah, melainkan adanya tekanan dari dalam. Polisi menemukan total 11 butir peluru gotri di sekitar lokasi, yang kini diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kronologi dan Konteks Kejadian

Insiden dugaan penembakan itu diduga terjadi pada malam 24 Agustus 2026. Keluarga baru menyadari kerusakan pada pagi hari berikutnya. Sebelumnya, keluarga aktivis tersebut juga menerima teror melalui pesan WhatsApp yang menuntut penghapusan video aksi AMPB di gedung DPRD. Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan unjuk rasa yang dilakukan sejumlah warga Pati di DPR.

Polsek Trangkil telah melakukan pemeriksaan di lokasi dan lingkungan sekitar untuk mengumpulkan keterangan awal dalam mendalami fakta kejadian. Kapolsek AKP Suntoro mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kejadian serupa dan memanfaatkan layanan kepolisian seperti Super App Presisi dan Call Center 110 untuk mendapatkan bantuan cepat.

Dampak dan Tindak Lanjut

Aksi teror ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga dan aktivis setempat. Polda Jateng menegaskan akan menindaklanjuti kasus ini sesuai ketentuan hukum jika ditemukan unsur tindak pidana. Respons cepat polisi diharapkan dapat menjaga keamanan masyarakat dan mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan.

Polda Jateng juga menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam penyelidikan agar tidak muncul kesimpulan prematur dan memastikan penanganan kasus tetap objektif berdasarkan fakta lapangan.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat kaitannya dengan aktivitas sosial politik di Pati dan sekitarnya, serta pentingnya keamanan warga di tengah dinamika masyarakat yang aktif menyuarakan aspirasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup